Aborsi Menurut Pandangan Agama Islam dan Katolik


Aborsi Menurut Pandangan Agama

Berita mengenai tindakan aborsi kerap terdengar di sekitar kita. Tindakan aborsi ini bukanlah hal baru di dunia ini. Di sepanjang sejarah kehidupan manusia, tindakan ini sudah dilakukan sejak ribuan tahun yang lalu dengan berbagai cara. Tindakan aborsi tidak hanya merupakan tindakan kriminal saja, aborsi menurut pandangan agama juga merupakan hal yang tidak diperbolehkan.

Tindakan yang dianggap aborsi adalah tindakan yang dilakukan dengan sengaja untuk mengakhiri kehidupan embrio sebelum usia tiga bulan atau janin yang berusia lebih dari tiga bulan. Aborsi juga bisa terjadi secara spontan atau biasa disebut dengan istilah keguguran. Pada keadaan ini tentu aborsi terjadi tanpa unsur kesengajaan.

Aborsi juga bisa dilakukan sebagai tindakan medis pada suatu keadaan yang membahayakan ibu atau janin itu sendiri. Tetapi tindakan itu tentu dilakukan dengan pemeriksaan medis yang cermat. Nah, lantas bagaimana aborsi menurut pandangan agama?

Dalam ajaran agama Islam, tidak ada satu ayat pun yang menyebutkan bahwa tindakan aborsi boleh dilakukan oleh umatnya. Justru banyak sekali ayat yang menyebutkan bahwa janin dalam rahim memiliki nilai yang sangat mulia. Aborsi tidak diperkenankan baik dengan alasan ekonomi atau pun alasan hamil di luar pernikahan. Simak saja QS 5: 32, QS 13: 31, dan QS 22: 5.

Selain agama Islam, agama Katolik/Kristen pun menolak tindakan aborsi dan menjunjung tinggi kehidupan yang tampak di beberapa ayat-ayat di Alkitab seperti pada Rom 8: 28, Mzm 139: 13-16, dan beberapa ayat lainnya. Gereja Katolik secara terus-menerus menyerukan menolak aborsi melalui gereja-gerejanya yang tersebar di berbagai tempat.

Aborsi menurut pandangan agama lain pun tidak jauh berbeda. Pada intinya semua agama sangat menghargai kehidupan dan menolak adanya tindakan aborsi. Tetapi gerakan ini juga perlu didukung oleh segenap anggota masyarakat. Misalnya saja dengan tidak mengucilkan seorang wanita yang hamil di luar nikah dan tidak mempersulit wanita tersebut untuk mendapatkan perawatan kesehatan berkaitan dengan kehamilannya.

Selain itu perusahaan-perusahaan dan sekolah-sekolah sebaiknya juga tidak mengeluarkan wanita yang hamil tanpa suami. Sebab tindakan ini hanya akan mempersulit wanita yang sedang mengandung tersebut untuk mempertahankan janinnya.

Selanjutnya : Apa Itu Apache Helikopter
Sebelumnya: HP Blackberry Gemini Murah
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar