Bagaimanakah Adab Hidup Bersama Mertua Menurut Islam


Bagi pasangan suami istri tentu sangat mendambakan membina biduk rumah tangganya dijalani di rumah sendiri. Namun, apabila Anda masih terkendala bermacam faktor sehingga harus tinggal bersama mertua bukan persoalan sulit. Hanya saja, Anda cukup memahami adab hidup bersama mertua menurut Islam agar tidak menyalahi ketentuan agama.

Menurut agama Islam, tidak ada aturan yang menganjurkan dan melarang hidup dibawah satu atap bersama mertua. Secara pasti tidak disebutkan secara rinci pasal-pasal yang menjadi ketentuan untuk dijalankan seorang menantu kepada mertuanya. Pertimbangan penting terletak pada komunikasi verbalnya.

Komunikasi merupakan jembatan penghubung untuk menjelaskan hak dan kewajiban masing-masing pribadi, menantu dan mertua. Komunikasi yang terjalin baik akan mengarahkan pada sikap saling menghormati dan menyayangi. Sebagaimana diriwayatkan oleh Al Bukhari, Rasulullah SAW bersabda,

Menurut hadits diatas, hendaknya setiap manusia baik menantu atau mertua berbicara hal-hal yang baik tetapi apabila sulit dilakukan hendaknya diam saja. Kesalahpahaman yang muncul sedapat mungkin segera diredakan oleh menantu maupun sebaliknya. Apabila dibiarkan berlarut maka dikhawatirkan akan muncul benih-benih konflik diantara kedua belah pihak.

Terkadang, konflik sudah muncul akibat campur tangan salah satu pihak terhadap kepentingan pihak lainnya. Sebagai contoh, seorang ayah ingin mengarahkan putranya agar mengenyam pendidikan di sekolah berbasis agama. Selanjutnya, sang mertua atau si Nenek tidak setuju dan lebih condong ke sekolah berbasis agama yang lainnya atas dasar alasannya sendiri.

Menyikapi hal semacam ini, sebaiknya menantu tidak masuk kedalam perdebatan panjang dan hanya memberi perhatian dan menghargai masukan yang diberikan mertua. Mengingat kewajiban seorang ayah terhadap putranya adalah membangun karakter kuat berlandaskan agama.

Syariat telah menjelaskan bahwa anak harus berbakti kepada orang tuanya dan terkait persoalan mertua dan menantu pun demikian. Meskipun tidak dilahirkan dari rahim seorang ibu mertua tetapi tetap saja dilahirkan dari rahim seorang ibu. Allah SWT telah mewajibkan mematuhi dan menghormati orang tua agar memperoleh ladang amal yang akan dipanen di kehidupan akhirat.

Sudah jelas bahwa adab hidup bersama mertua menurut Islam harus mendahulukan rasa menghargai dan menghormati. Hal ini akan menumbuhkan rasa kasih sayang antara kedua belah pihak sehingga terjalin kehidupan harmonis di rumah.

Selanjutnya : Pengertian Mahar Menurut Islam
Sebelumnya: Fungsi Baju Adat Riau
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar