Upacara Adat Jawa Masa Hamil

Adat Jawa masa hamil memang berbeda dengan adat-adat di daerah lainnya. Di Jawa terutama Jawa Tengah, DIY, dan Jawa Timur ada berbagai macam upacara adat ketika seorang perempuan mengandung atau hamil karena masa kehamilan merupakan masa menyenangkan sekaligus terberat bagi seorang ibu. Dalam adat daerah ini ada beberapa upacara yang sudah sarat dilaksanakan secara turun-temurun oleh nenek moyang. Berikut ini adalah jenis-jenis upacara adat Jawa masa hamil yang biasa dilakukan.

1. Upacara kehamilan tiga bulanan

Loading...

Upacara kehamilan tiga bulanan ini dilaksanakan saat usia kehamilan menginjak bulan ketiga. Orang Jawa percaya bahwa di usia tiga bulan inilah roh mulai ditiupkan pada janin yang dikandung oleh ibu dan pada umur tiga bulan inilah janin sudah mulai terlihat bentuknya. Upacara tiga bulanan biasanya berupa tasyakuran.

2. Upacara kehamilan tujuh bulanan

Upacara kehamilan pada saat kandungan berumur tujuh bulan ini disebut sebagai upacara mitoni yang berarti tujuh. Upacara mitoni ini sering juga disebut sebagai upacara tingkepan yang biasanya dilakukan ketika si ibu hamil pertama kalinya. Dalam upacara ini, ibu hamil dimandikan dengan air kembang setaman dan doa-doa yang dipanjatkan khusus untuk ibu hamil agar anaknya lahir dengan sehat dan mendapat barokah Tuhan. Upacara tingkepan ini memang memakan waktu dibanding upacara lainnya.

Siraman dilakukan oleh orang-orang tua berjumlah tujuh orang untuk memohon doa restu dari sesepuh agar suci lahir batin. Ketika upacara siraman selesai, kendi yang berisi tujuh mata air itu digunakan untuk mencuci muka dan dipecahkan ketika selesai. Setelah itu, ada upacara memasukkan telur ayam ke dalam sarung ibu hamil yang dilakukan oleh suami sampai telur itu pecah agar bayi lahir lancar tanpa halangan apapun. Melakukan nyamping atau mengenakan kain tujuh kali bergantian dengan disertai kain putih sebagai dasar pakaian pertama yang menandakan bahwa bayi dilahirkan suci tanpa dosa.

Selain upacara kehamilan di atas, ibu yang sedang hamil dan suaminya memiliki beberapa pantangan yang harus dihindari agar bayinya lahir dengan selamat tanpa kekurangan apa pun. Seperti dilarang untuk membunuh binatang, membawa gunting kecil di saku agar janin terhindar dari marabahaya, tidak boleh melilitkan handuk di leher, tidak boleh keluar malam, tidak boleh makan pisang dempet, dan tidak boleh benci kepada orang lain.

Upacara kehamilan adat Jawa di atas biasanya dilakukan oleh orang Jawa Tengah, Jawa Timur, atau DIY. Di daerah Jawa Barat memang ada upacara adat kehamilan juga, namun dengan tata cara dan hitungan yang berbeda. Di Jawa Barat, upacara adat kehamilan dilakukan ketika kandungan berumur empat bulan, tujuh bulan, dan sembilan bulan dengan tata cara yang berbeda. Semoga tulisan mengenai adat Jawa masa hamil ini berguna bagi Anda.

Loading...
Selanjutnya : Rute Jalan Menuju Ngawi dari Malang
Sebelumnya: Memilih Film untuk Anak di Studio 21
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar