Akhlak Nabi Muhammad SAW


Sejak muda, jauh sebelum menjadi nabi dan rosul, Muhammad sudah diberi gelar oleh masyarakat pada waktu itu dengan julukan Al-Amin. Al-Amin bisa diartikan “Orang yang bisa dipercaya”.

Sebuah gelar yang tidak diminta oleh Muhammad dan tidak mungkin diberikan begitu saja oleh masyarakat Qurais pada waktu itu bila akhlak Nabi Muhammad SAW tidak menunjukan kepribadian yang terpuji.

Akhlak yang Patut Dicontoh

Nabi Muhammad SAW adalah prototipe sempurna bagi siapa saja yang ingin mencontoh dalam segala aspek berkehidupan. Baik dalam berumah tangga, bermasyarakat, berdagang, hingga berbangsa dan bernegara.

Nabi Muhammad SAW di utus oleh Alloh SWT untuk menyempurnakan akhlak manusia. Maka dari itu, beliaulah yang paling bisa dicontoh dan ditiru akhlaknya. Banyak sekali hadis yang menerangkan dan menceritakan bagaimana keagungan dan kesempurnaan akhlak beliau.

Beliau selalu memikirkan dan mendahulukan kepentingan umatnya. Nabi Muhammad SAW adalah manusia yang sangat dermawan terlebih lagi di bulan Ramadhan.

Nabi Muhammad juga mengerjakan dan membantu pekerjaan rumah tangga. Beliau juga menjahit sendiri bajunya dan sandalnya yang sobek.

Tutur katanya santun, simpel, dan selalu bermakna. Kalau berjalan agak cepat dan menundukan kepalanya. Beliau memaafkan orang yang bahkan hendak membunuhnya. Rosullulloh lebih mendahulukan orang lain meskipun dirinya kelaparan.

Begitu agungnya akhlak rosululloh, hingga dalam Al-Quran di sebut bahwa Rosululloh adalah pembawa rahmatan lil alamin, rahmat bagi semesta alam.

Dalam sebuah riwayat diceritakan, Rosululloh selalu diludahi oleh seorang kafir ketika beliau melintas di depan rumahnya. Hal itu tidak membuat Rosululloh marah atau balik membalas.

Kejadian itu berlangsung berulang-ulang setiap hari, setiap kali Rosululloh melintas depan rumah si orang kafir. Hingga pada suatu ketika, sudah tiga hari Rosul tidak mendapati orang kafir tersebut yang selalu meludahinya.

Rosul bertanya pada orang di sekitar situ dan memberitahukan bahwa orang yang dimaksud Rosul tadi tengah terbaring sakit. Singkat cerita, Rosul pun menjenguknya sambil membawa makanan untuk si kafir.

Kemudian Rosul mendoakan untuk kesembuhan si kafir yang terbaring lemah di rumahnya. Si kafir tadi menangis dan menyatakan masuk Islam.

Demikianlah contoh akhlak Nabi Muhammad SAW yang patut ditiru. Semoga bermanfaat.

Selanjutnya : Memilih Kado buat Seorang Cowok
Sebelumnya: Sajak buat Ibu
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar