Aktivitas Remaja Saat Rekreasi di Masa Liburan agar Tetap Positif

Setelah penat belajar di sekolah, menghadapi ujian, tentu ketika liburan tiba, aktivitas remaja saat rekreasi semaksimal mungkin harus membawa dampak yang positif. Jangan sampai remaja salah mengartikan makna rekreasi saat liburan dengan menghabiskan waktunya dengan melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat meski itu membawa kesenangan dan bisa menghilangkan kepenatan.

Sebut saja, rekreasi dengan menonton konser musik penuh dengan syair yang melenakan, banyak angan-angan, atau rekreasi dengan jalan-jalan di mall menghabiskan tabungan untuk makan-makan dan membeli barang yang tidak terlalu penting.

Loading...

Kenali Tipe Remaja

Orang tua tetap harus memegang kendali tentang kegiatan anaknya yang remaja. Dengan menjadikan anak adalah sahabat, orang tua diharapkan tetap bisa memberikan kebebasan anaknya yang remaja mau beraktivitas apa di liburan. Namun, rambu-rambu tetap harus ditegakkan agar rekreasi tidak salah jalan. Salah satunya dengan mengenali tipe anak remaja.

Ada remaja homestag yang memang betah sekali di rumah meski sedang hari libur. Ada pula remaja yang tipenya memang workaholic alias tak bisa untuk diam dan senantiasa orientasi kerja. Tak dipungkiri, dalam keseharian akan dijumpai pula anak yang sangat mencintai buku, remaja yang doyan bisnis, dan remaja yang sangat suka bersosialisasi dan bertemu orang. Menentukan aktivitas remaja saat rekreasi dengan mengacu pada tipe remaja ini akan lebih pas dan tentunya bisa lebih bermakna.

Rekreasi Tetap Bermakna

Bagi remaja yang cinta kerja, rekreasi yang pas adalah dengan bekerja. Libatkan anak dalam aktivitas membantu pekerjaan orang tua. Tidak ada salahnya remaja tipe ini membantu ayahnya mengetik dokumen kantor atau membantu ibunya merapikan rumah.

Kegiatan bersih-bersih ini juga cocok untuk remaja yang tipe rumahan, seperti mengecat tembok rumah, mencuci piring, menyiram tanaman di taman, dsb. Remaja homestag juga sangat menyenangi rekreasi meskipun hanya dengan mendengarkan lagu-lagu di kamar. Tugas orang tua ajaklah anak menikmati lagu yang bisa menambah semangat juang, mempertajam iman. Si kutu buku bagaimana? Jelas, rekreasi ke toko buku akan lebih membuatnya bergairah.

Membaca buku di rumah juga tak ada salahnya, yang penting orang tua memastikan bahwa yang dibaca anaknya adalah buku-buku yang bermutu. Bagi orang tua yang remajanya doyan bisnis, rekreasi ke taman wisata sambil membawa barang dagangan sesuai minat anak akan menaikkan adrenalinnya untuk mendekati, mempengaruhi, dan akhirnya menjadikan orang lain membeli barang dagangannya. Rekreasi yang menyenangkan.

Atau mengajak anak mengikuti seminar bisnis adalah rekreasi yang berkesan selain menambah teman dan wawasan. Remaja yang suka berhubungan dengan orang lain, mengajaknya untuk ikut kelas outbond bisa menjadi pilihan tepat.

Apapun itu, nikmat dari aktivitas remaja saat mengisi liburan harus tetap sepadan dengan manfaat serta nilai positif yang bisa dirasakannya. Jangan sampai, aktivitas remaja saat rekreasi malah membuatnya lelah karena tidak tepat memilihnya dan akhirnya manfaat pun menguap begitu saja.

Loading...
Selanjutnya : Manfaat Kesehatan dan Aneka Kreasi Makanan dari Tempe
Sebelumnya: Ulasan Isi Makalah Sumber Ajaran Islam Al-Quran, Sunnah, Ijtihad
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar