Belajar Membaca Al-Qur’an Melalui Al-Qur’an Elektronik dan Digital

Membaca Al-Qur’an adalah sebuah amalan yang wajib bagi seorang muslim. Karena sangatlah tidak mungkin baginya akan mengamalkan Al-Qur’an bila tidak pernah membacanya. Untuk itulah Al-Quran tidak hanya harus dibaca, namun juga ditadaburi (dipahami) melalui terjemahannya agar Al-Qur’an benar-benar menjadi jalan hidup bagi seorang muslim. Membaca Al-Qur’an kini bisa juga dengan Al-Qur’an Elektronik.

Membaca Al-Qur’an haruslah tartil dan tartib. Tartil artinya tidak terburu-buru dan dengan hati dan pikiran yang tenang. Tartib maksudnya mengikuti aturan pembacaan Al-Qur’an (tawjid) dan mencermati makna setiap ayat yang dibaca.

Sayangnya, tidak semua orang mampu membaca Al-Qur’an dengan baik. Meskipun sudah pandai melafalkan, tapi belum tentu ia mampu untuk melafalkan sesuai dengan aturan panjang-pendeknya bacaan. Untuk itulah sangat penting bagi seorang muslim yang belum menguasai tawjid untuk terus belajar kepada yang lebih ahli (guru). Sayangnya, kendala waktu dan tempat, sering menjadi kendala terutama bagi mereka yang bertempat tinggal di kota-kota besar. Macet dan kesibukan yang menyita, sering menjadi alasan untuk menunda belajar atau malah meninggalkannya sama sekali. Terlebih bila usia ikut menjadi faktor kendala; malu, biasanya itu alasan kita.

Namun,  di zaman yang serba teknologi ini, sangatlah mudah bagi seorang muslim untuk belajar membaca Al-Qur’an dengan baik. Ada berbagai media digital dan elektronik yang dapat dipakai sebagai panduan dalam membaca. Misalnya, melalui rekaman MP3 bacaan seorang qari seperti Syekh  Saad Al-Ghamidy, Syekh Abdul  Al-Matrud, dan masih banyak lagi. Atau, melalui media seperti VCD. Dalam VCD biasanya teknik membaca disajikan dalam bentuk audio visual. Teknik ini tentu lebih mudah dibandingkan hanya dengan mendengarkan saja.

Cara yang paling baru adalah Pena Al-Qur’an elektronik.  Saat disentuhkan pada mushaf, pena akan mengeluarkan suara sesuai dengan apa yang ditunjuk pada mushaf tersebut. Sehingga, cara pembacaan huruf yang dimaksud dapat terus diulang-ulang hingga si pembaca mampu mengikuti cara membaca seperti yang ada di dalam pena. Al-Qur’an elektronik ini juga diisi oleh para qari terbaik di dunia. Tidak hanya bacaan Al-Qur’an saja, pada beberapa model pena, juga dapat membaca terjemahan ayat-ayat Al-Qur’an dalam beberapa bahasa,

Begitu banyak cara bagi seorang muslim untuk terus mempelajari dan memahami Al-Qur’an. Jadi sekarang, tidak ada lagi alasan bagi kita untuk menunda belajar Al-Qur’an. Mari kita membaca Al-Qur’an! Bukankah saat ini sudah ada Al-Qur’an elektronik?

Selanjutnya : Pasar Jual Beli Berlian/Intan
Sebelumnya: Konsumsi Suplemen Ibu Hamil
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar

Loading...