Alasan Bahasa Melayu Dipilih Menjadi Cikal Bakal Bahasa Indonesia


Apa yang menjadi alasan bahasa Melayu dipilih menjadi cikal bakal Bahasa Indonesia? Hal ini wajar menjadi pertanyaan kita semua. Mengingat, Indonesia adalah bangsa yang majemuk. Di Indonesia terdapat ribuan bahasa dan dialek yang digunakan oleh setiap suku. Ada bahasa Melayu, Jawa, Bali, Bugis, Papua dan lain-lain.

Lalu mengapa yang dipilih justru bahasa Melayu sebagai bahasa Indonesia? Mengapa tidak bahasa Jawa? Bukankah kongres pemuda dan proklamasi bangsa justru terjadi di tanah Jawa? Mengapa tidak bahasa Minang? Bukankah orang Minang banyak dikenal sebagai tokoh-tokoh penting dalam sejarah perjuangan bangsa?

Orang Minang juga dikenal sebagai perantau yang tangguh. Sehingga, sangat mungkin bagi mereka untuk menyebarkan bahasa daerahnya dengan cepat. Lalu, mengapa justru bahasa Melayu yang dikedepankan?

Adalah Muhammad Yamin, seorang ahli sejarah, sastrawan sekaligus budayawan sebagai orang yang pertama kali mengusulkan agar bahasa Melayu digunakan sebagai bahasa Indonesia. Usulan ini disampaikan pada Kongres Pemuda II, 28 Oktober 1928. Pada waktu itu juga bahasa Indonesia diresmikan sebagai bahasa persatuan yang tercantum dalam Sumpah Pemuda.

Bahasa Melayu Sebagai Lingua Franca

Semenjak zaman dahulu bahasa Melayu sudah digunakan dalam perdagangan antar bangsa di wilayah nusantara. Seperti kita tahu, wilayah nusantara dari zaman dahulu dilewati oleh jalur perdagangan internasional.

Pedagang-pedagang dari Eropa, China, India dan negara-negara tetangga lainnya berdatangan ke wilayah Indonesia. Demikian juga dengan kerajaan-kerajaan di nusantara saling barter kekayaan alam satu dan lainnya. Sehingga perdagangan antara pulau, antar etnis dan antar bangsa tidak dapat dielakkan.

Selain itu, bahasa Melayu juga sudah digunakan secara luas pada zaman kolonial Belanda. Pada abad ke-19, bahasa Melayu sudah digunakan dalam urusan administrasi dan surat menyurat oleh pemerintahan kolonial Belanda.

Karena pada masa itu tidak semua orang pribumi mengeti akan bahasa Belanda. Sehingga pada masa itu, masyarakat pribumi nusantara sudah sangat familiar dengan bahasa Melayu. Inilah yang menjadi alasan Bahasa Melayu dipilih menjadi cikal bakal Bahasa Indonesia atas usulan Muhammad Yamin pada Kongres pemuda II, 28 Oktober 1928.

Kesederhanaan Bahasa Melayu

Bahasa Melayu dikenal memiliki struktur bahasa yang mudah dan sederhana untuk dipahami. Sehingga, bahasa Melayu dengan cepat diterima oleh berbagai etnis di nusantara sebagai bahasa penghubung.

Kita tahu bahasa Melayu tidak memiliki tingkatan-tingkatan bahasa sebagaimana bahasa Jawa. Bahasa Melayu juga memiliki banyak padanan kata yang sama dengan bahasa-bahasa lain di nusantara. Sehingga, cukup mudah untuk dipelajari dan dipahami oleh seluruh anak bangsa. Ini juga yang menjadi alasan bahasa Melayu dipilih menjadi cikal bakal bahasa Indonesia.

Selanjutnya : Tips Memperkilat Besi Knalpot
Sebelumnya: Video Lucu Orang Arab
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar