Alat-alat Pendeteksi Tsunami


Sebuah sistem peringatan tsunami (Tsunami Warning System/TWS) merupakan serangkaian alat pendeteksi tsunami sebagai langkah preventif demi mencegah hilangnya nyawa dan meminimalisasi kerusakan. Sistem ini terdiri dari dua komponen yang sama pentingnya, yaitu jaringan sensor untuk mendeteksi tsunami dan infrastruktur komunikasi untuk mengeluarkan alarm tepat waktu untuk memungkinkan evakuasi dari daerah pantai.

Ada dua jenis yang berbeda pada sistem peringatan tsunami, yaitu internasional dan regional. Ketika beroperasi, peringatan seismik digunakan untuk mengaktivasi alarm peringatan. Kemudian data dari pengamatan ketinggian permukaan laut (baik pasang alat pengukur atau DART [Deep-ocean Assessment and Reporting of Tsunamis] – detektor di pantai berbasis pelampung) digunakan untuk memverifikasi keberadaan tsunami.

Sistem lain telah diusulkan untuk meningkatkan prosedur peringatan. Misalnya dengan durasi dan frekuensi isi energi gelombang ”t” (yang berfungsi sebagai ‘jebakan’ pendeteksi energi gempa di , atau disebut juga SOFAR [Sound Fixing and Ranging channel] di laut dalam), yang merupakan indikasi dari potensi tsunami pemicu gempa bumi.

Sistem Tsunami Regional

Pusat peringatan regional (atau lokal) menggunakan data seismik tentang gempa bumi terbaru di wilayah terdekat untuk menentukan apakah ada ancaman lokal kemungkinan tsunami. Sistem tersebut mampu mengeluarkan peringatan kepada masyarakat umum (melalui sistem peringatan publik dan sirine) dalam waktu kurang dari 15 menit.

Meskipun pusat gempa dan momen magnitud dari gempa bawah laut dan kemungkinan waktu kedatangan tsunami dapat cepat dihitung, tetap sulit untuk mengetahui apakah pergeseran tanah air telah terjadi yang akan menghasilkan gelombang tsunami. Akibatnya alarm palsu dapat terjadi dengan sistem ini.

Bagaimanapun, ketidakakuratan ini adalah gangguan kecil yang masuk akal karena sifat yang sangat lokal dari peringatan ini sangat cepat. Lagipula sangat kecil kemungkinan alarm palsu untuk mempengaruhi lebih dari satu area kecil dari sistem regional.

Sistem Pengiriman Peringatan

Faktor yang tak kalah pentingnya adalah kemampuan untuk memperingatkan penduduk di daerah yang akan terpengaruh. Semua sistem peringatan tsunami menampilkan beberapa baris komunikasi (seperti SMS, e-mail, fax, radio, dan telex) yang memungkinkan pesan darurat untuk dikirim ke layanan darurat dan angkatan bersenjata, juga untuk mengaktivasi sistem alarm siaga darurat kepada masyarakat.

Meskipun masih ada potensi kerusakan mendadak akibat tsunami, sistem peringatan dan alat-alat pendeteksi tsunami tetap bisa efektif. Sebagai contoh, jika ada gempa zona subduksi yang sangat besar (momen magnitud 9,0) di lepas pantai barat Amerika Serikat, maka masyarakat di Jepang akan memiliki lebih dari 12 jam (dan mungkin peringatan dari sistem peringatan di Hawaii dan tempat lain) sebelum tsunami tiba. Sistem peringatan tersebut memberi mereka waktu untuk mengevakuasi daerah yang mungkin  terpengaruh.

Selanjutnya : Salat Itu Lebih Baik daripada Tidur
Sebelumnya: Doa Kepergian Untuk Ibu dan Bapak
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar