Contoh Alat Transportasi Tradisional dan Fungsinya


Dewasa ini alat transportasi tradisional mulai hukang dari peredaran. Keberadaannya telah tergantikan oleh alat transportasi modern. Berikut akan dijelaskan contoh alat transportasi tradisional dan fungsinya. Berdasar tenaga yang digunakannya, alat transportasi tradisional ini dibedakan  menjadi alat transportasi yang menggunakan tenaga hewan dan tenaga manusia.

Alat Transportasi Tradisional yang Menggunakan Tenaga Hewan

Alat transportasi ini unik. Kendaraan ditarik dengan tenaga hewan. Contohnya adalah delman atau sado. Ada juga yang menyebutnya andong. Di masyarakat Betawi, delman disebut ebro. Delman merupakan kendaraan roda empat yang memanfaatkan tenaga kuda. Alat transportasi ini berfungsi untuk mengangkut penumpang. Di pedesaan, delman digunakan untuk mengangkut hasil panen, seperti sayur-sayuran, dan buah-buahan.

Ada pula pedati. Jenis kendaraan tradisional ini banyak ditemukan di pedesaan. Pedati mempunyai empat roda dan ditarik oleh hewan, seperti sapi dan kerbau. Fungsinya adalah mengangkut manusia dan mengangkut benda-benda lain, seperti rumput untuk makanan ternak.

Di Lombok, ada juga kendaraan seperti delman yang disebut cidomo. Cidomo ditarik kuda. Roda cidomo terbuat dari roda mobil bekas, bukan roda kayu, seperti yang digunakan pada sado di Pulau Jawa.

Ada juga dokar yang bisa ditemukan di daerah Yogyakarta. Sekilas, dokar hampir sama dengan delman di Jawa Barat. Kalau diperhatikan lebih cermat, ternyata dokar mempunyai sedikit perbedaan dari delman. Rodanya hanya dua dan ditarik satu kuda. Delman bisa ditarik oleh dua kuda.

Alat Transportasi Tradisional yang Menggunakan Tenaga Manusia
Contoh alat transportasi tradisional dan fungsinya bisa dilihat juga dari keberadaan becak. Alat transportasi itu mulai langka di Indonesia. Cirinya, beroda tiga dengan kapasitas tempat duduk yang terbatas. Becak maksimal mengangkut dua orang. Becak dikemudikan dengan dikayuh dari belakang. Jarak tempuhnya biasanya dekat saja. Seperti delman, di pedesaan becak juga digunakan untuk mengangkut penumpang dan membawa hasil panen.

Di Indonesia terdapat dua jenis becak. Yang pertama, becak dengan pengemudi  di belakang. Becak tipe ini banyak ditemukan di Pulau Jawa. Becak dengan pengemudi yang berada di samping banyak ditemukan di Pulau Sumatera.

Selain becak, ada rakit. Rakit digunakan di perairan. Rakit berfungsi untuk mengangkut penumpang, dan membawa binatang. Rakit terdapat di daerah perairan yang tidak memiliki sarana jalan atau jembatan yang bisa menghubungkan antara daerah satu dengan daerah lainnya.

Demikianlah berbagai contoh alat transportasi tradisional dan fungsinya.

Keberadaannya sekarang semakin langka karena tergerus oleh kemajuan teknologi. Sebaiknya, alat transportasi tradisional tetap dipertahankan sebagai warisan budaya bangsa. Apalagi kalau alat transportasi tradisional dijadikan alat transportasi alternatif di tempat-tempat wisata.

Selanjutnya : Contoh Hak Paten
Sebelumnya: Mengenal Ciri-Ciri Kucing Persia
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar