Alat Ukur Psikologi Harus Sesuai dengan Setiap Tahap Perkembangan Manusia

Alat ukur psikologi adalah suatu parameter yang digunakan untuk mengukur kemampuan dasar seseorang dalam ilmu psikologi. Psikologi sendiri adalah suatu ilmu yang mempeleajari tentang perilaku dan mental manusia. Dengan ilmu psikologi, semua perilaku dan mental manusia bisa diukur secara ilmiah.

Alat ukur yang digunakan harus sesuai dengan tahapan perkembangan seseorang. Tidak mungkin bila alat ukur yang digunakan untuk anak-anak diberlakukan pula pada bayi umur 2 atau 3 bulan. Contohnya, anda tidak mungkin mendapatkan data yang valid ketika mengetes bayi menggunakan metode tes pengambilan secarik kertas pada tumpukan kertas lainnya.

Loading...

Dalam ilmu psikologi, bukan hanya kecerdasan intelektual intelligence quotient (IQ) yang bisa diukur, kecerdasan emosi/emotional quotient (EQ) juga dapat diukur. Secara dasar, alat ukur psikologi dibagi ke dalam 2 kelompok besar sebagai berikut.

Tes Intelektual

Tes ini dilakukan untuk mengukur tentang hal-hal psikologis yang berhubungan dengan kecerdasan atau intelektual. Dengan tes ini, dapat diketahui kecerdasan, kepintaran dan kemampuan seseorang dalam memecahkan suatu masalah yang membutuhkan daya pikir.

Alat ukur atau tes-tes yang biasa digunakan dalam tes intelektual beragam. Di antaranya  tes TIU (tes intelegensi umum), AA (army alpha), IST (tes intelegensi), TKD (tes kemampuan dasar), CFIT (culture fair intelegence test), ADKUDAG (administrasi keuangan) dan yang lainnya. Dengan tes-tes ini, dapat diketahui tingkat kemampuan seseorang dalam bidang intelektualitas.

Tes Kepribadian

Tes ini dilakukan untuk mengukur berbagai sifat psikologis yang jatuhnya lebih mengarah ke sosialisasi. Artinya, dengan tes ini dapat diketahui tentang kemampuan seseorang dalam melakukan interaksi dengan orang-orang disekitarnya.

Beberapa jenis pengukuran atau tes-tes yang digunakan untuk mengukur kepribadian antara lain : DAM BAUM (Draw a Man Test), Kraepelin dan Pauli, RAPI Kostick, RM (The Rothwell Miller), EPPS (Edwards Personal Preference Schedule) dan yang lainnya. Dengan tes kepribadian ini, dapat diketahui tentang kemampuan seseorang untuk melakukan interaksi dan membaur di lingkungan sekitarnya.

Seperti yang dibahas di atas, alat ukur yang digunakan tidak boleh dipukul rata untuk setiap tahapan perkembangan manusia. Artinya, alat ukur harus disesuaikan dengan usia atau tahap perkembangan seseorang. Misalnya, jika seorang psikolog hendak menguji tentang kemampuan psikologi seorang anak-anak, tentunya alat ukur psikologi yang digunakan juga harus dikhususkan untuk anak-anak. Bila alat ukur yang digunakan adalah untuk orang dewasa, maka hasil yang didapatkan tidak akan valid.

Loading...
Selanjutnya : Tarian Tradisional Cakalele
Sebelumnya: Bukti dan Sejarah Budaya Negara Karibia
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar