Tentang New Concept Album Letto Keempat

Hampir dua tahun Letto vakum dan membuat penggemar mereka getar-getir menunggu. Akankah group band asal Yogyakarta ini kembali menghibur penggemarnya lewat lagu-lagu manis sarat makna seperti biasa? Atau, album ketiga ‘Lethologica’ yang dirilis tahun 2009 silam menjadi warisan terakhir Letto? Ternyata, tidak. Letto hadir dengan mempersembahkan sebuah album baru ke tengah-tengah penggemar setianya. Khusus di album Letto ini, konsep yang digunakan lebih baru dan segar. Jadi, jauh berbeda dari album-album sebelumnya. Penasaran apa saja yang baru dari Letto di album ketiga mereka? Baca tuntas artikel ini.

Dari cover depan album Letto, kita bisa melihat sisi yang tidak biasa digunakan oleh Noe, dkk, yakni penggunaan judul dalam bahasa Indonesia. Pada album-album terdahulu, Letto lebih suka menggunakan judul berbahasa Inggris. Lihat saja, album pertama berjudul Truth, Cry, And, Lie, album kedua berjudul Don’t Make Me Sad, dan album ketiga berjudul Lethologica. Sedangkan di album keempat ini mereka sepakat menggunakan judul Cinta … Bersabarlah.

Pemilihan judul Cinta … Bersabarlah seakan menyentil kegelisahan penggemar menanti-nantikan kehadiran mereka. Menurut pengakuan sang vokalis, waktu tidak akan menghentikan langkah merek bermusik. Jeda yang dirasa cukup panjang ini semata-mata karena mereka ingin mempersiapkan materi yang lebih matang dan fresh.

Perbedaan lain akan kita temukan pada instrumen yang mereka mainkan. Kali ini, Letto berpegang pada prinsip less is more and more is less. Itu berarti, tak akan kita dengar permainan instrumen yang ramai seperti biasa. Letto memang sengaja menyiapkan sejumlah lagu dengan aransemen yang sederhana namun matang dan tetap apik di telinga.

Soal lirik, bukan Letto jika tidak ahli merangkai kalimat-kalimat manis dan filosifis. Hanya saja, di album ketiga ini tidak ada lagu-lagu berbahasa Inggris. Semua menggunakan bahasa Indonesia. Alasannya bukan karena harapan go international mereka meredup di tengah persaingan ketat para musisi dalam dan luar negeri, melainkan menyesuaikan dengan permintaan pasar. Juga, merasa tidak ingin dianggap kebarat-baratan.

Dalam beberapa lagu, Ari Prastowo selaku bassis pentolan Letto mengaku meminimalkan penggunaan teknik open finger. Kali ini ia ingin membiasakan diri menggunakan pisck. Dedi Riyono yang berada di belakang drum juga demikian. Kebiasaan menggunakan snare perlahan-lahan berkurang. Ia lebih memilih menggunakan tom dan cymbal dalam porsi seadanya.

Demikian new concept yang diusung dalam album Letto Cinta … Bersabarlah. Beli albumnya atau download lagu-lagunya melalui situs-situs terpercaya untuk mengobati kerinduan. Selamat mendengarkan.sildalis cheapmotilium guidelinesmotilium walmartcheapest brand cialis

Selanjutnya : Ketahui Album Owl City Japanese Version
Sebelumnya: Perjalanan Panjang Album Boomerang dari Waktu ke Waktu
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar

Loading...