Aliran-aliran Islam di Indonesia


Aliran-aliran Islam di Indonesia berkembang dinamis. Itu menunjukan bahwa Islam diterima oleh banyak kalangan. Selain itu, iklim demokrasi Indonesia yang memberikan kebebasan seluas-luasnya kepada masyarakat Indonesia untuk menjalankan agama sesuai keyakinan masing-masing.

Aliran Islam yang berkembang di Indonesia juga dilindungi oleh UU yang berlaku. Mereka boleh berkembang asalkan tidak melenceng dari akidah Islam dan hukum yang berlaku.
Aliran-aliran Islam di Indonesia

Beberapa tarekat atau aliran Islam yang masuk ke Indonesia dulu dikenalkan oleh ulama dari Timur Tengah yang datang ke Indonesia. Aliran-aliran ini dikenalkan hingga turun temurun dan diajarkan di pesantren.

Para santri ini yang menjadi pengikut pertama aliran-aliran tersebut. Lama kelamaan, pengikutnya tambah banyak hingga dari kalangan masyarakat awam pun, mengikuti ajaran yang diyakini kebenarannya.

Lalu, apa saja aliran islam di Indonesia? Berikut ini sedikit contoh aliran-aliran Islam di Indonesia yang tetap ada hingga sekarang.

Tarekat Naqsyabandiyah

Salah satu aliran  Islam yang berkembang di Indonesia adalah tarekat Naqsyabandiyah. Tarekat ini dulu didirikan pada abad ke 14 di Bukhara.  Pendirinya adalah Shah Naqshband Rahmatullah. Aliran ini menekankan keyakinan hakitakat serta pemahaman tasyauf. Mengizbatkan Dzat Allah, mengizbatkan karakter manawiyah.

Tarekat Nagsyabandiyah terdapat disejumlah negara, seperti Asia tenggara, Asia Selatan, Bosnia. Selain itu juga berkembang di negara-negara pecahan Rusia, seperti Dagestan, Kirgiztan, dan sebagainya.

Sementara itu, di Indonesia pengikut tarekat ini tak begitu banyak. Pengikut tarekat ini hanya ada disejumlah tempat, seperti Sulawesi, Jawa dan Sumatera.

Suni

Islam Suni merupakan aliran yang paling banyak pengikutnya, di dunia maupun di Indonesia.  Suni sendiri berasal dari terminologi kata Ahlus-Sunnah wal Jama’ah kemudian disingkat lagi menjadi Ahlus Sunnah. Kemudian di akhiri menjadi sebentuk kata pendek Sunni.

Diperkirakan pengikut Sunni mencapai 90% dari total umat Islam di dunia. Sementara itu, sisanya yang 10% merupakan pengikuti aliran Siah. Makna dari Ahlus Sunnah Wal Jama’ah adalah umat yang selalu tegak di atas Agama Islam. Hal ini sesuai dengan akidah Islam yakni Al Quran dan Al Hadist.

Sufi

Aliran lain yang masih banyak pengikutnya di Indonesia adalah sufi. Aliran ini menekankan ajaran tentang tassawuf. Ilmu ini menekankan kepada pencarian hakitat ketaqwaan kepada Ilahi. Setelah menjalankan ibadah utama, orang sufi pasti berdzikir, melantunkan puji-pujian kepada Allah SWT. Aliran sufi lebih mementingkan immaterial dari diatas duniawi. Aliran ini dirintis oleh Al hallaj, Jalaludin Rumi dan Sheik Abdul Qodir Jaelani.

Demikianlah sekilas contoh aliran-aliran Islam di Indonesia. Semoga informasi yang disajikan bermanfaat.

Selanjutnya : Pesona Desa Wisata Ancol Magelang
Sebelumnya: Contoh Alergi Susu Bayi
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar