Aliran-aliran Sastra Indonesia


Aliran-aliran sastra sangatlah beragam, dari aliran supernaturalisme, naturalisme, determinisme, materialisme dan lain sebagainya. Pengklasifikasian aliran dalam sastra memudahkan pencatatan dan penganalisisan sebuah karya sastra dan perkembangan sastra di suatu negara/daerah dan pada jaman tertentu. Berikut pembahasan ringkas mengenai aliran-aliran sastra.

Realisme dan Surrealisme

Aliran Realisme menitikberatkan pada kehidupan yang nyata atau realis, muncul pada abad ke-18. Pada karya sastra realis, kita bisa menemukan data-data faktual yang ada di dalam kehidupan dalam masyarakat sehari-hari. Beberapa contoh karya sastra realis seperti autobiografi, biografi, atau cerita yang di ambil dari kisah nyata.

Berbeda aliran realisme, pada aliran surrealisme penggambaran kisah lebih bersifat imajinatif dan tidak sesuai dengan kenyataan. Beberapa karya sastra surrealisme seperti nyanyian angsa pada karya Rendra dan lain sebagainya.

Filsafatisme dan Nihilisme

Aliran filsafatisme dalam sastra adalah aliran yang mengacu atau memasukkan nilai-nilai kehidupan di dalam karyanya. Karya pada aliran filsafatisme mengandung pemaknaan yang dalam, baik yang bersifat humanis (hubungan sesama manusia) ataupun yang bersifat religius(hubungan dengan sang Pencipta).

Berbeda dengan filsafatisme, pada aliran nihilisme yang bersifat atheis atau tidak mengenal Tuhan. Karya sastra nihilism yang terkenal adalah karya Achidiat Kartamihatdja berjudul atheis.

Naturalisme dan Determinisme

Karya sastra yang beraliran naturalisme, isinya menggambarkan mengenai kehidupan manusia, berbeda dengan aliran yang bersifat realisme yang penggambarannya bersifat faktual, pada karya naturalisme penggambarannya bersifat negatif, artinya penggambarannya lebih terbuka dan terus terang tanpa mempertimbangkan dampak dan akibat. Misalnya menggambarkan seksualitas, yang pada akhirnya berisiko mengarah ke arah pornografi.

Sebuah karya masuk ke dalam majhab atau aliran yang mana, tergantung pengarang membangun pola pikir atau sudut pandang dalam karyanya. Banyak pengarang besar yang hanya terfokus pada suatu aliran sastra karena mereka sangat nyaman berada dalam zona sastra tersebut.

Masih banyak aliran-aliran sastra yang bisa dikaji dan dianalisis, seperti aliran idealis, ironisme, melankolisme, absurdisme, dan lain sebagainya. Kita pun dapat membaca banyak karya sastra dari berbagai aliran di perpustakaan. Dengan begitu pengetahuan kita mengenai khasanah sastra akan semakin bertambah. Demikian artikel mengenai aliran-aliran sastra, semoga dapat menambah informasi mengenai dunia sastra.

Selanjutnya : Motivasi Menerjemahkan Bahasa Inggris Dari Bahasa Indonesia
Sebelumnya: Hak Asasi Manusia di Indonesia Menurut Para Pakar
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar