Analisis Kuantitatif Protein


Protein adalah unsur yang membentuk jaringan baru dalam tubuh makhluk hidup. Kalau tidak ada protein, maka makhluk hidup tidak akan mempu bertahan. Demi mendapatkan protein yang tepat dan pas, bidang ilmu pengetahuan terkait melakukan analisis kuantitatif protein dan analisis kualitatif protein.

Analisis Kualitatif Versus Analisis Kuantitatif
Analisis kualitatif protein digunakan untuk mendapatkan data apakah suatu sumber mengandung protein atau tidak, sedangkan untuk mengetahui berapa kadar protein dalam suatu sumber itu, menggunakan analisis kuantitatif. Analisis yang kedua ini mempunyai beberapa metode dalam menggali informasi tentang kadar protein yang ada dalam suatu sumber makanan.

Di antara metode yang cukup sering dipakai dalam analisis kuantitatif untuk protein adalah sebagai berikut.
1.    Metode Kjeldahl
2.    Metode Titrasi Formol
3.    Metode Lowry
4.    Metode Spektrofotometri Visible (Biuret)
5.    Metode Spektrofotometri UV

Pada setiap metode yang digunakan, bahan kimia yang dipakai sebagai alat tes pun berbeda. Misalnya ketika menggunakan metode Kjeldahl, bahan yang dipakai untuk mengetahui kadar protein dalam suatu sumber, yaitu asam sulfat dan katalis. Caranya adalah dengan mendestruksi bahan tersebut. Selain penggunaan asam sulfat dan katalis, ada juga asam borat dan larutan HCl.

Larutan HCL ini dipakai sebagai bahan untuk mentitrasi sumber protein.
Selanjutnya, hasil dari metode Kjeldahl ini adalah nilai nitrogen yang dikandung oleh  bahan yang dianggap mengandung protein. Metode ini dianggap sebagai metode yang tidak terlalu rumit.

Bagaimana dengan analisis kualitatif protein. Kalau analisis kuantitatif menggunakan istilah ‘metode’, analisis  kualitatif menggunakan istilah ‘reaksi’ untuk mengetahui keberadaan protein. Di antara reaksi yang dikenal adalah sebagai berikut.
1.    Reaksi Xantoprotein
2.    Reaksi Hopkins-Cole
3.    Reaksi Millon
4.    Reaksi Nitroprusida
5.    Reaksi Sakaguchi

Masyarakat Umum Versus Peneliti
Bila masyarakat umum biasanya dengan gampangnya mengetahui sumber-sumber protein dengan semakin canggihnya teknologi.  Berbeda dengan orang-orang yang mendedikasikan dirinya di laboratorium dan berusaha untuk menemukan berbagai informasi tentang kandungan protein.

Mereka mempelajari berbagai analisis kualitatif dan analisis kuantitatif untuk mengetahui kandungan dan kadar protein dalam sumber makanan. Berbagai metode dan reaksi kimia pun dipakai dalam rangkaian kerja yang mereka lakukan. Sudah sepatutnya masyarakat umum berterima kasih kepada para ilmuwan tersebut.

Selanjutnya : Mengetahui Konsep Filsafat
Sebelumnya: Motif Batik yang Menjadi Karakter Khas Cirebon
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar