Analisis Puisi Aku Karya Chairil Anwar Berdasarkan Pendekatan Semiotika


Chairil Anwar sangat mengerti akan kemelut dan keluguhan hatinya sendiri, dengan penciptaan karya puisinya Aku. Ketangguhan dan kelembutan hari seorang anak manusia tersirat dalam puisi ini. Menjadikan sebuah tulisan menjadi lebih bersifat humanis dan keluh kesah akan kehidupan terasa sangat dalam setiap baris kalimatnya. Analisis puisi Aku arya Chairil Anwar berdasarkan pendekatan semiotika, sebagai berikut.

Puisi Aku Karya Chairil Anwar

Ketika mencapai batas waktu yang ditentukan, Chairil di sini menceritakan masa yang akan menghantarkannya pada akhir hidup di dunia. Dia hanya ingin Tuhanlah yang mendekatinya sebagai tanda kedamaian yang abadi akan tidur panjang yang akan datang (baris kalimat ke dua). Dia tidak memerlukan tangisan dan deruan air mata ketika masa itu telah tiba (baris ke tiga).

Dia merasakan bahwa diri seorang manusia penuh dengan noda dan dosa yang tiada terkira, bagaikan buangan sampah di sembarang tempat (baris kalimat ke empat dan ke lima). Keberanian dalam menjalani kehidupan nan penuh dengan kekompleksitasan permasalahan harus diterjang sekuat mungkin untuk menjadikan mentalitas yang lebih baik (baris kalimat ke tujuh dan delapan).

Untuk baris berikut dan seterusnya, menceritakan adanya kepasrahan tingkat tinggi kepada Tuhan sang Pencipta, yang menguasakan kehidupan seorang anak manusia baik sebagai orang yang baik atau pun yang buruk.

Demi mendapatkan kepuasaan batin dengan menulis dia telah menciptakan sesuatu yang sederhana namun dapat dikenang dan dipahami oleh masyarakat luas. Sebagai pembelajaran sederhana dalam menghadapi kehidupan dan menjalaninya dengan baik walau dengan kesederhanaan yang ada.

Analisis puisi Aku karya Chairil Anwar berdasarkan pendekatan semiotika ini memberikan sedikit gambaran sederhana dalam perlambangan puisi yang telah ditulisnya. Keberadaan Chairil Anwar dalam dunia karya sastra Indonesia memberikan kontribusi yang tinggi dan panjang.

Sastra berkembang dengan sastra-sastra sederhana namun mendalam karya Chairil Anwar. Memberikan warna tersendiri dan citra dengan singkatnya kehidupan sang penulis, merujukkan padanya bahwa dia juga menunjukkan perjuangan hidup yang tidak mudah dan berliku. Semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan Anda melalui artikel pendek ini.

Selanjutnya : Kebiasaan Membacakan Cerita Dongeng Indonesia Masih Rendah
Sebelumnya: Gemerlap Malam Amnesia Bandung
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar