Apa Bedanya Organisasi Sekolah yang Bagus dan Organisasi Sekolah yang Tidak Bagus


Sekolah merupakan lembaga pendidikan yang bertugas mengembangkan potensi anak didik sebagai bekal dalam menjalankan tugas agar mampu menjalankan tugas kehidupan. Kegiatan untuk mengembangkan potensi itu harus dilakukan secara berencana dan terarah melalui pengorganisasian sekolah.

Pengertian Organisasi Sekolah dapat dipahami sebagai sebagai sebuah sistem yang terdiri dari beberapa orang yang berkepentingan di dunia sekolah atau pendidikan dalam susunan tertentu untuk bekerja sama menurut hak, kewajiban, dan tanggung jawab masing-masing.

Pentingnya Organisasi Sekolah adalah untuk membantu menyelenggarakan pendidikan yang berkualitas demi pengembangan sumber daya manusia baik siswa maupun praktisi akademisi. Lalu, apa bedanya organisasi sekolah yang bagus dan organisasi sekolah yang tidak bagus?

Struktur Organisasi Sekolah

Struktur Organisasi Sekolah berdasarkan wewenang dan tanggung jawab dibagi menjadi:

1. Struktur Sentralisasi: semua hak, wewenang, kekuasaan berada di badan pusat pemerintahan dan sekolah hanya sebagai pihak pasif yang mengikuti perintah atasan.

Kebaikannya terletak pada keseragaman dan tidak muncul gesekan antar staf dalam organisasi. Kekurangannya, organisasi berjalan kaku tanpa inisiatif dan cenderung melalui birokrasi berbelit.

2. Struktur Desentralisasi: penyelenggaraan dan pengawasan sekolah berada di tangan pemerintah daerah bekerja sama dengan masyarakat setempat. Kebaikannya penyelenggaraan pendidikan dapat disesusaikan sesuai kebutuhan masyarakat setempat, praktisi akademisi pun bekerja giat untuk bersaing secara sehat dengan organisasi pendidikan di daerah lain.

Kekurangannya karena mutu, sifat, dan jenis dari hasil pendidikan yang berbeda antara satu daerah dan daerah lain, ada kemungkinan siswa sulit menerapkan kemampuannya secara luas. Ada kemungkinan biaya pendidikan sepenuhnya menjadi beban bagi masyarakat setempat.

Organisasi sekolah yang bagus berciri-ciri adanya pembagian tugas dan tanggung jawab yang merata namun tidak bertentangan dengan kebijakan umum pemimpin tertinggi, misalnya dalam struktur organisasi terdapat Kepala Sekolah, Komite Sekolah yang bertindak sebagai badan penasihat, Kepala Tata Usaha yang berwenang dalam tugas keadministrasian, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, dan guru-guru yang cakap dalam mentransfer ilmu. Selain itu, siswa diberikan keleluasaan untuk berorganisasi melalui OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah).

Organisasi sekolah yang tidak bagus ditandai dengan birokrasi yang berbelit, tidak ada pembagian tugas yang jelas antar staf organisasi atau pemimpin tertinggi yang bersifat otoriter. Siswa sekolah juga tidak memiliki kesempatan untuk belajar berorganisasi. Demikianlah uraian untuk menjawab pertanyaan apa bedanya organisasi sekolah yang bagus dan organisasi sekolah yang tidak bagus.

Selanjutnya : Manfaat Minum Jamu Kunyit Asam
Sebelumnya: Klasifikasi Tumbuhan Paku
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar