Apakah dalam Metode Penelitian Harus Menggunakan Hipotesis ?


Apakah dalam metode penelitian harus menggunakan hipotesis? Seberapa pentingkah hipotesis dalam sebuah penelitian yang dilakukan seseorang? Apakah jika hipotesis tidak ada lantas sebuah penelitian tidak bisa dijalankan dengan benar dan valid? Selama ini memang ada anggapan dan pemikiran bahwa sebuah metode penelitian semestinya dilengkapi dan dilakukan atas dasar masalah yang telah dibuatkan hipotesisnya.

Hipotesis

Hipotesis atau disebut juga hipotesa merupakan elemen yang sangat penting dalam sebuah penelitian yang sifatnya ilmiah dan kuantitatif. Mengapa? Karena hipotesis bisa digunakan sebagai piranti kerja teori yang dapat dibuktikan benar salahnya dengan sebuah uji.

Piranti kerja teori di sini maksudnya bahwa hipotesis merupakan dasar/pedoman kerja peneliti dalam melakukan penelitiannya. Jika hipotesis benar, maka jadilah teori. Bahkan fenomena sosial pun bisa dijelaskan dengan menggunakan hipotesis.

Jenis-Jenis Penelitian

Apakah dalam metode penelitian harus menggunakan hipotesis? Jawabannya tidak. Perlu tidaknya hipotesis dalam metode penelitian sangat tergantung pada jenis penelitian yang akan dilakukan. Sebelumnya mari kita tilik jenis-jenis penelitian itu.
•    Berdasar sifatnya, penelitian bisa dibagi menjadi penelitian eksplorasi, penelitian deskriptif, dan penelitian eksplanatif.
•    Berdasar bentuknya, penelitian bisa dibedakan menjadi penelitian diagnostik, perspektif, dan evaluatif.

Kita tidak perlu membahas semua jenis penelitian itu untuk mengetahui apakah hipotesis harus ada dalam metode penelitian. Jenis penelitian yang pertama, berdasar sifat, sebenarnya sudah bisa ditebak apakah hipotesis diperlukan dalam metode penelitian ini.

Penelitian eksplorasi, deskriptif, dan eksplanatif mempunyai tujuan penelitian untuk mengumpulkan sebanyak mungkin data dan informasi, sehingga bisa menjelaskan dengan lebih detail dan cermat tentang fenomena/gejala yang diteliti. Sifatnya lebih pada menjelaskan bukan membuktikan sebuah fenomena, maka jenis penelitian ini tidak membutuhkan hipotesis.

Berbeda halnya dengan penelitian diagnostik, misalnya. Namanya saja mendiagnosa, seperti halnya seorang dokter melakukannya pada seorang pasiennya. Sebelum menyimpulkan sesuatu tentang penyakit yang diderita pasiennya, dokter melakukan hipotesis atau dugaan sementara. Uji laboratorium yang dilakukan biasanya bisa menjawab hipotesis dokter terhadap diagnose sebuah penyakit.

Apakah dalam metode penelitian harus menggunakan hipotesis? Kini, jika Anda akan melakukan penelitian tidak perlu lagi mempertanyakan apakah Anda harus menggunakan hipotesis atau tidak. Semuanya tergantung pada masalah dan tujuan penelitian yang akan dilakukan. Jika sifatnya hanya menggali data terhadap sebuah fenomena, Anda bisa meninggalkan hipotesis dalam metode penelitian Anda. Namun, jika penelitian tersebut harus menjelaskan hubungan antar variabel, maka adanya hipotesis adalah sebuah keharusan. Meski sifatnya sama-sama menjelaskan.

Selanjutnya : Apakah Ibu Hamil Boleh Makan Bubur Ketan Hitam
Sebelumnya: Apa yang Menyebabkan Tanah Subur di Lembah Sungai Eufrat dan Tigris ?
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar