Apa yang Dimaksud Motif Batik Kawung? Inilah Jawabannya!


Motif batik memang bermacam-macam dan memiliki arti dan nilai filosofi sendiri-sendiri, termasuk motif batik kawung. Lalu, apakah yang dimaksud dengan motif batik kawung ini sebenarnya?  Pada artikel ini akan dibahas mengenai arti, maksud, dan filosofi motif batik kawung. Seperti yang kita ketahui, motif batik kawung ini biasanya berbentuk atau berpola bulatan-bulatan yang sepintas mirip dengan bentuk buah kawung yang tertata rapi. Tak hanya itu, motif batik kawung ini kadang juga digambarkan sebagai bentuk bunga teratai atau bunga lotus yang terdiri atas daun bunga merekah yang berjumlah empat.

Bunga lotus atau bunga teratai ini sering dianggap melambangkan kesucian atau sebagai simbol umur panjang. Beberapa pendapat dari pihak yang berkompeten mengatakan bahwa motif batik kawung ini di dalamnya mengusung makna berupa pesan pada manusia agar selalu ingat asal-usul atau tempat dia berasal.

Sejarah Motif Batik Kawung

Berdasarkan beberapa sumber, sejarah motif batik kawung ini awalnya hanya boleh digunakan oleh kalangan darah biru atau kalangan keluarga kerajaan, mengapa demikian? Karena kalangan kerajaan adalah pemimpin rakyatnya dan pemimpin harus dapat mengikuti filosofi motif batik kawung. Filosofi yang dimaksud dalam motif batik kawung adalah seorang pemimpin harus mampu mengendalikan hawa nafsu, mampu menjaga hati nurani, dan berperan sebagai penjaga keseimbangan dalam perilaku kehidupan manusia.

Filosofi inilah yang membuat motif batik kawung ini banyak digunakan oleh kalangan pembesar atau kalangan kerajaan agar dapat memimpin rakyatnya seperti filosofi motif batik kawung yang dikenakannya.

Lalu, bagaimana sejarah motif batik kawung ini? Tak ada referensi yang jelas atau valid mengenai sejarah motif batik kawung dan yang ada adalah sebuah legenda mengenai asal mula motif batik kawung.  Awalnya ada seorang pemuda desa yang memiliki sikap yang sopan, bijaksana, dan dapat dipercaya. Hal ini kemudian diketahui oleh pihak kerajaan. Mereka memanggil pemuda tersebut dan menjadikannya seorang adipati.

Kemudian ibu sang pemuda ini memberikannya motif batik kawung ini dan berpesan agar anaknya tidak melupakan dari mana dia berasal dan selalu dapat mengendalikan hawa nafsunya. Pemuda yang kini menjadi adipati tersebut selalu mengingat pesan ibunya dan selalu mengenakan motif batik kawung.

Selanjutnya : Tokoh yang Mengajukan Usul Rumusan Dasar Negara Antara Lain
Sebelumnya: Tips Berburu Laptop Toshiba Murah Spec Bagus
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar