Artikel Cuaca tentang Musim Kemarau Sama dengan Musim Asap


Cuaca saat ini sangat panas terkadang juga diselingi hujan yang cukup deras. Anomali cuaca yang diakibatkan oleh perubahan iklim. Bagi orang Indonesia, keadaan ini telah diterima dengan lapang dada. Tetapi yang cukup memprihatinkan adalah adanya artikel cuaca yang membicarakan tentang kabut asap yang mulai melanda beberapa daerah di tanah air. Yang lebih menyedihkan adalah kabut asap itu menyerang negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.

Terus Berupaya

Setiap memasuki musim kemarau, pemerintah Indonesia bersiap mendapatkan protes dari pemerintah negara Singapura. Negara kecil tapi kaya ini meminta pemerintah Indonesia agar dengan serius menangani keadaan ini. Badan Lingkungan Nasional (NEA) Singapura mengatakan bahwa Indeks Standar Polutan NEA telah mencapai angka 111. Padahal ambang batasnya hanya sampai 100. Itu terjadi pada hari Senin tanggal 17 Juni 2013.

Dengan Indeks Standar Polutan setinggi itu, artinya keadaan udara tidak sehat untuk kesehatan manusia. Untuk itu pemerintah Singapura telah mengimbau rakyatnya untuk tidak keluar rumah bila memang tidak perlu. Hal ini tentu saja bukan perkara mudah. Gerak kehidupan di Singapura sangat tinggi. Akan sangat sulit untuk tidak keluar rumah. Ditambah kemacetan yang kian parah, artinya akan semakin banyak asap yang terhisap oleh paru-paru manusia.

Pemerintah  Malaysia pun melakukan hal yang sama. Di beberapa daerah di Pulau Sumatera dan Kalimantan, pembagian masker secara gratis telah dilakukan. Kabut asap ini tidak hanya mengganggu aktivitas di darat, penerbangan dan pelayaran pun mengalami gangguan.

Program Khusus

Pemerintah Indonesia harus membuat program khusus agar peristiwa kabut asap ini tidak menjadi bahan yang memalukan bagi bangsa. Bukan perkara yang sepele ketika ada bangsa lain yang protes akibat kerusakan lingkungan di Indonesia. Mereka tentu tidak mau menderita kerugian akibat kabut asap. Mungkin saja suatu hari kelak Singapura dan Malaysia akan menuntut ganti rugi kepada Indonesia.

Kalau hal ini terjadi, akan semakin membengkaklah dana yang dikeluarkan oleh negeri yang banyak utang luar negeri ini. Kian runyamlah masalahnya. Belum lagi masalah kenaikan BBM yang terus menuai protes. Bangsa ini memang seharusnya belajar dari pengalaman dan tidak lagi menjadi sumber masalah bagi orang lain. Mudah-mudahan kalau tindakan telah dilakukan, artikel cuaca yang terbit pada musim kemarau, tidak akan membahas tentang kabut asap lagi.

Selanjutnya : Bagaimana Lapangan Bulu Tangkis Masuk ke Indonesia
Sebelumnya: Ciri-Ciri Balita Cerdas Secara Alami
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar