Artikel Mikroskop – Profil Singkat Penemu Mikroskop


Bagaimana isi artikel mikroskop? Jika anda kesulitan untuk melihat objek dalam ukuran kecil, atau ingin mendapatkan gambaran yang lebih detail tentang suatu benda maka anda memerlukan kaca pembesar atau disebut dengan mikroskop.

Namun tahukah anda, siapa yang menemukan benda mungil namun sangat berguna ini?. Dalam artikel mikroskop ini, akan disajikan profil singkat ilmuwan yang dianggap berjasa dalam menemukan dan mengembangkan mikroskop hingga bisa kita pakai dalam kehidupan sehari-hari hingga masa kini.

Penemu Mikroskop

1. Hans Jansen (1590 Masehi)

Hans adalah seorang ilmuwan berkebangsaan Jerman, bersama dengan anaknya Zacharias Jansen ia berhasil menemukan mikroskop yang digunakan untuk bisa melihat benda berukuran yang sangat kecil, yakni dibawah 200 nanometer. Pada saat itu, karena ingin melihat benda-benda ukuran kecil, maka keduanya berpikir untuk membuat mikroskop yang menggunakan panjang gelombang yang pendek.

Dari sinilah, berkembang yang disebut dengan mikroskop electron. Mikroskop elektron mempunyai banyak kelebihan dibandingkan mikroskop jenis lainnya, karena menggunakan sinar elektron yang mempunyai panjang gelombang yang lebih pendek dibandingkan cahaya maka kemampuan pembesaran mikroskop pun lebih optimal.

Dari penemuan mikroskop elektron ini, mulailah bermunculan mikroksop elektron yang lebih disempurnakan oleh para ilmuwan sesudahnya. Misalnya ada mikroskop elektron transmisi yang dikembangkan oleh ilmuwan Jerman, Ernest Ruska dan Max Knoll (1932 Masehi), kemudian Mikroskop electron scanning yang dikembangkan oleh Manfred von Ardenne , ilmuwan Jerman pada tahun 1938 Masehi.

2. Galileo Galilei (1609 Masehi)

Galileo juga dikenal sebagai ilmuwan berhasil membuat mikroskop. Mikroskop yang dibuat oleh Galileo lebih dikenal dengan sebutan mikroskop Galileo.

Mikroskop ini merupakan mikroskop optik yang berbeda dari mikroskop elektron yang ditemukan oleh Hans Jansen dan anaknya. Karena menggunakan optik, maka daya pembesaran mikroskop pun terbatas dan tidak bisa digunakan untuk melihat objek yang sangat kecil atau dibawah 200 nanometer.

Hal ini disebabkan, karena panjang gelombang cahaya yang pendek sangat mempengaruhi limit dari difraksi cahaya. Cahaya mempunyai panjang gelombang yang pendek hanya hingga 200 nanometer, sehingga mikroskop ini tidak bisa melakukan pembesaran dibawah itu.

Dari artikel mikroskop ini kita mengetahui, bahwa setidaknya ada dua ilmuwan yang sangat berjasa dalam mengembangakn mikroskop. Keduanya memiliki keunggulan tersendiri dalam penemuannya, yang kemudian di tahun kemudian dikembangkan oleh banyak ilmuwan berikutnya, dan bisa kita rasakan penyempurnaannya kini.

Selanjutnya : Keburukan Pemerintahan Suharto Menolak Kebhinekaan
Sebelumnya: Metode Pengumpulan Data Primer dan Riset Pemasaran
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar