Artikel Psikologi Remaja

Artikel psikologi remaja merupakan artikel yang membahas tentang perkembangan psikologis remaja. Remaja adalah sebuah fase perkembangan pertumbuhan yang dialami seseorang saat mulai memasuki usia dua belas hingga dua puluh dua tahun. Pada fase ini, seseorang harus bertransisi secara fisik dan mental, hal ini tentu akan berpengaruh pada perkembangan psikisnya pula. Berikut ini akan dijabarkan beberapa ciri-ciri psikologi remaja.

Fase Perkembangan Fisik

Pada masa awal remaja, remaja akan mengalami pertumbuhan fisik yang sangat pesat, tetapi menurut Syamsu Yusuf: 2005, pertumbuhan tersebut tidak proposional, ukuran proposional dicapai setelah mencapai masa remaja akhir hingga usia dewasa. Hal ini salah satu hal penting yang ada dalam artikel psikologi remaja.

Fase Perkembangan Kemampuan Berpikir

Remaja juga mengalami perkembangan dalam hal kemampuan berpikir atau kognitif. Secara intelektual mulai dapat menemukan gagasan abstrak dan berpikir logis, yakni membedakan mana yang abstrak dan mana yang konkrit, kemampuan nalar dalam menguji hipotesis, berpikir dengan merencanakan dan mengeksplorasi tentang masa depan, serta alternatif cara untuk menggapainya, mulai belajar instropeksi diri, belajar berpikir efisien, dan pola pikir yang luas mencakup berbagai segi bidang.

Fase Perkembangan Emosi

Masa remaja adalah masa emosional yang berada pada puncaknya. Untuk itu, remaja cenderung lebih suka murung, sensitif, temperamental, dan over reaktif. Hal ini sangat tidak menguntungkan bagi remaja yang tinggal di lingkungan tidak kondusif, sebab pada masa ini kematangan emosional seseorang sedang dibentuk, sedangkan lingkungan yang tidak mendukung akan berakibat pada tingkah laku yang negatif.

Fase Perkembangan Moral

Pada masa remaja merupakan masa yang membentuk moralitas. Lambat laun, remaja sudah bisa memahami tatanan psikologis seperti penilaian positif dari orang lain, rasa diterima dan dihargai. Secara tidak langsung, hal ini berimbas pada moralitasnya hingga dewasa. Ia juga mulai memahami bahwa berperilaku bukan sekadar mengejar kepuasan fisik belaka.

Fase Perkembangan Sosial

Tentu sudah tidak asing, jika para remaja memilih teman dengan sifat dan kualitas yang relatif sama secara psikologis. Hal inilah yang disebut dengan social cognition atau kemampuan untuk memahami orang lain. Misalnya, dalam menjalin persahabatan, remaja cenderung memilih seseorang yang memiliki kesamaan hobi, sikap, kepribadian, minat, dan sebagainya.

Namun, ada pula perkembangan sikap yang harus diwaspadai pada fase ini yaitu sikap comformity. Comformity adalah kecenderungan untuk mengikuti sebagaimana teman-teman sebayanya lakukan juga sikap mudah menyerah. Hal ini pasti akan membawa dampak buruk dalam kehidupan sosialnya hingga dewasa.

Demikianlah beberapa hal yang dapat disampaikan berkenaan dengan artikel psikologi remaja. Sebagai orang tua, memang sudah seharusnya memantau perkembangan remaja di masa yang sangat bebas ini. Sebagai remaja, mereka juga harus lebih cerdas dalam mengembangkan dirinya sendiri.

 

Loading...
Selanjutnya : Artikel Hidup Bermasyarakat dalam Sebuah Komunitas
Sebelumnya: Empat Cara Menghilangkan Bekas Cacar pada Kulit Wajah
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar