Asal-usul Manusia dalam Perspektif Agama-agama


Asal-usul manusia dalam perspektif agama-agama menarik untuk disimak. Setiap agama memiliki perspektif atau cara pandang yang berbeda. Hal ini bukan sesuatu yang layak didebatkan, karena kenyatannya, setiap agama memiliki ajaran yang berbeda.

Agama Hindu menyakini bahwa karena adanya suatu kebutuhan, lahirlah manusia pertama dari hasil metidasi Tuhannya. Sedangkan agama Budha percaya bahwa sebelum Adam diturunkan ke Bumi, telah ada manusia yang lebih dahulu mendiami Bumi ini. Mereka berkelompok. Penciptaan mereka sesuai dengan perkembangan yang terjadi.

Asal-usul Manusia Menurut Islam

Menarik menyimak asal-usul manusia dalam perspektif agama-agama. Agama Islam sendiri menyakini bahwa Nabi Adam adalah manusia yang pertama kali turun ke Bumi. Adam diturunkan ke bumi setelah melakukan dosa. Adam sendiri diciptakan dari sebongkah tanah. Ini lah yang membuat iblis marah dan merasa bahwa ia lebih berhak mendapatkan posisi lebih tinggi daripada Adam.

Tempat Adam diturunkan berbeda dengan istrinya Hawa. Setelah sekian lama, baru mereka dipertemukan lagi di Jabbal  Rahmah. Selanjutnya mereka pun mendapatkan keturunan yang melahirkan manusia-manusia yang ada di muka Bumi hingga saat ini. Begitu banyaknya keturunan Adam ini sehingga melahirkan berbagai jenis manusia dengan warna kulit yang berbeda. Sudah menjadi kehendak Allah SWT bahwa manusia sangat beragam. Manusia diciptakan bersuku-suku dan berasal dari bangsa yang berbeda.

Konsep Manusia Purba

Islam tidak mengakui adanya manusia purba yang digambarkan mengalami evolusi dengan awal bentuk seperti monyet atau kera. Bagi Islam, manusia itu tercipta dengan sebaik-baiknya bentuk. Hal ini tergambar dengan sangat jelas dalam surat At-Tiin ayat 4. Ayat ini juga yang menjadi hujjah penolakan Islam terhadap teori Darwin.

Selanjutnya manusia terbentuk dari sel telur dan sperma. Proses terbentuknya manusia ini tertulis dalam Al-Quran surat Abasa ayat 80. Manusia itu tercipta dari setetes mani. Agama lain seperti agama Budha mempercayai adanya konsep manusia purba ini. Tidak ada penyangkalan dalam pandangan mereka bahwa ada manusia seperti itu sebelum akhirnya manusia terlihat seperti saat ini.

Sebagian orang Kristen dan Katolik pun tidak menampik teori Darwin. Orang Hindu pun demikian. Hanya orang Islam yang percaya dengan berita dari kisah dalam Al-Quran yang tidak percaya tentang manusia purba walaupun katanya ada bukti.

Harun Yahya, seorang ilmuwan yang perhatian dengan masalah ini mengatakan bahwa bukti tentang manusia purba itu bohong. Simpulannya adalah asal-usul manusia dalam perspektif agama-agama memang tidak sama. Tidak perlu adanya perdebatan sengit karena referensi yang berbeda. Cukup saling menghargai dan menghormati pendapat masing-masing.

Selanjutnya : Film Perang Salib
Sebelumnya: Perkembangan Sejarah Olahraga Indonesia
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar