Cara Budidaya Ayam Kate


Ayam kate banyak diminati masyarakat karena bentuknya yang lucu dan mini. Ayam ini sering djadikan sebagai ayam hias atau peliharaan saja.

Ayam jenis ini awalnya ditemukan oleh pedagang dari Eropa di Bantam (sekarang Banten) pada tahun 1700an. Ayam mini ini sudah mengalami penyilangan dengan berbagai jenis ayam sehingga jenis aslinya sulit ditemui.

Kini, budidaya ayam jenis kate menjadi sebuah tren. Hal ini tentu saja disebabkan oleh bentuknya yang unik serta perilakunya yang kadang mengundang tawa.

Sebenarnya, budidaya ayam ini tidaklah sulit dan cukup menggiurkan. Ada beberapa macam ayam jenis kate yang dapat dibudidayakan seperti kate batindo, kate emas, kate bangkok, kate chochin, kate serama, kate kaki pedang, dan sebagainya.

Ada beberapa hal yang harus dilakukan dalam budidaya ayam mini ini, antara lain:

1.    Setelah menetas, segera pindahkan anak ayam tersebut ke tempat tertutup agar dapat melindunginya dari udara dingin atau angin.

2.    Sebaiknya satukan anak ayam ini dengan induknya agar ia bisa mendapatkan kehangatan serta belajar cara memilih makanan.

3.    Pemberian pakan dilakukan sebanyak dua kali sehari yaitu pagi dan sore hari. Cek selalu pakannya agar tidak kekurangan atau kelebihan.
4.    Berikan lampu dala kandangnya minimal 5 watt. Hal ini dilakukan untuk menghangatkan.
5.    Pakan yang digunakan yaitu pakan dengan tekstur halus misalnya stater. Jangan lupa beri juga air minumnya.
6.    Jika sudah tiga bulan, pisahkan dari induknya. Umumnya, setelah tiga bulan induk kate akan memperlihatkan tanda-tanda bahwa ia akan bertelur lagi. Saat dipidahkan, anak ayam ini akan rebut sekitar satu hari. Baru setelah itu ia akan mandiri.
7.    Setelah dipisahkan, jemur anak ayam ini setiap satu atau dua hari sekali selama lima menit atau lebih. Ini dilakukan agar anak ayam tersebut bisa tumbuh sehat.

Dalam budidaya ayam kate ini, Anda harus telaten mengurusnya seperti membersihkan kandang setiap hari, memperhatikan pakan, air minum, sirkulasi udara, dan sinar matahari. Agar tidak mudah berpenyakit, berikan juga vaksin yang disuntikkan minimal tiga bulan sekali.

Selanjutnya : Pentingnya Contoh Surat Dokter Klinik
Sebelumnya: Pentingkah Menghitung Jumlah Soal Matematika yang Keluar dari Tahun ke Tahun
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar