Ayat dalam Alkitab untuk Pernikahan


Ayat dalam Alkitab untuk pernikahan mengatakan bahwa pernikahan itu merupakan suatu ikatan komitmen antara dua orang laki-laki dan wanita. Perjanjian dalam satu kesatuan hati membentuk keluarga yang baik dan bahagia. Janji sehidup semati dan tidak saling mencaci dalam suka dan duka.

Perceraian Itu Dibenci

Ayat dalam Alkitab untuk pernikahan juga menyoroti tentang perceraian. Maraknya perkembangan hubungan antarmanusia membuat banyak masalah yang hadir termasuk akhirnya merusak keutuhan rumah tangga. Bagi orang Nasrani, perceraian itu tidak boleh terjadi. Jika masih bisa dipertahankan, bagaimana pun bentuknya, pernikahan harus tetap dijaga.

Namun, jika terjadi kekerasan dalam rumah tangga atau ada perselisihan yang tidak bisa dipecahkan, pemahaman kaum Nasrani masih memperbolehkan perceraian. Tentunya perceraian ini nantinya disahkan oleh pengadilan. Yang menuntut perceraian itu sendiri tidak harus istri atau suami. Keduanya bisa saling mengajukan.

Pernikahan Sesama Jenis

Bagaimana pemahaman beberapa orang Nasrani yang memandang bahwa pernikahan sesama jenis itu boleh. Hanya orang-orang Nasrani yang tidak memahami Alkitab yang sesungguhnya yang akan melakukan hal ini. Apa yang terjadi di Belanda, Perancis, Amerika, dan beberapa negara lain yang melegalkan pernikahan sejenis, banyak dikecam oleh penganut Nasrani sendiri.

Memang ada pendeta, baik yang pendeta wanita maupun pendeta laki-laki yang mau menikahkan pasangan lesbian atau homo. Alasan mereka ada bahwa cinta itu adalah sesuatu yang datangnya dari sesuatu yang suci. Dengan adanya ikatan yang resmi, maka para kaum homo dan lesbi bisa hidup normal. Mereka juga bisa mempunyai anak yang diasuh secara bersama-sama.

Fenomena ini memang melahirkan banyak kecaman. Tapi ternyata PBB pun telah mengubah pandangannya tentang pernikahan sesama jenis dan juga tentang homoseksual itu sendiri. Kalau dahulu PBB menyatakan bahwa homoseksual itu penyakit jiwa. Sekarang tidak lagi. Kaum laknatullah ini telah diterima dengan lapang dada.

Pernikahan yang Baik

Dalam pandangan Nasrani, pernikahan yang baik itu adalah ketika kedua pasangan tetap saling menghargai dan menghormati satu sama lain. Membesarkan anak dalam kasih sayang dan tumbuh bersama dalam keimanan. Mereka hidup rukun dengan tidak memaksakan kehendak kepada pasangannya.

Anak-anak pun diajak untuk tekun dalam memahami ajaran dari agamanya. Mereka akan pergi ke tempat ibadah secara teratur dan merayakan peringatan hari suci mereka dengan senang hati. Satu keyakinan bahwa pernikahan itu akan aman jika tetap ingat dengan janji seperti yang tertuang dalam makna ayat dalam Alkitab untuk pernikahan.

Selanjutnya : Perbandingan Camera Canon Dan Nikon
Sebelumnya: Ziarah Kubur dan Hukumnya
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar