Tata Cara Badal Haji Menurut Hukum Islam


Haji merupakan salah satu dari rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh kaum muslim yang mampu. Namun tidak setiap muslim mampu menunaikan rukun Islam kelima tersebut. Entah dikarenakan uzur atau berhalangan. Namun rukun Islam bersifat wajib. Sehingga bagi mereka yang belum sempat berhaji bisa dibadalkan hajinya alias dihajikan oleh orang lain (bisa anak, keluarga, sanak saudara, atau orang lain). Hanya saja banyak yang belum tahu bagaimana badal haji menurut hukum islam yang ada.

Setidaknya ada beberapa keadaan yang membuat seorang muslim tidak sempat berhaji, antara lain :

-  Ketika masih hidup mampu berhaji dengan harta dan badannya namun sebelum berhaji telah berpulang ke Rahmatullah. Maka wajib bagi ahli waris untuk menghajikannya. Apalagi bila sebelum meninggal yang bersangkutan mewasiatkan keinginannya untuk dihajikan.

-  Ketika masih hidup mampu berhaji dengan hartanya namun mengalami uzur seperti berbadan lemah, sudah berusia senja, atau hal lain yang tidak memungkinkan yang bersangkutan untuk berhaji. Padahal orang tersebut sudah berniat untuk berhaji. Maka boleh dibadalkan oleh orang lain (anak, kerabat, atau sanak saudaranya).

-  Ketika masih hidup yang bersangkutan dalam keadaan miskin maka disyariatkan bagi keluarganya untuk menghajikan orang tersebut.

Untuk membadalkan haji ada beberapa syarat yang harus diperhatikan, yaitu :

1.  Orang yang akan membadalkan haji sudah pernah berhaji.

2.  Orang yang dibadalkan hajinya telah berpulang ke Rahmatullah atau masih hidup namun mengalami uzur.

3.  Orang yang meninggal dan akan dibadalkan hajinya adalah yang meninggal dalam keadaan Islam.

Selain beberapa aturan badal haji menurut hukum Islam di atas, perlu diperhatikan pula bahwa tidak diperbolehkan membadalkan haji untuk banyak orang sekaligus (2 sampai 5 sekaligus). Yang diperbolehkan adalah membadalkan haji untuk 1 orang saja setiap tahunnya. Kemudian dilarang meminta pengupahan atas badal haji yang dilakukan.

Kecuali bila yang menghajikan memang tidak memiliki kecukupan harta sehingga membutuhkan biaya untuk membadalkan haji. Karena ibadah haji merupakan hal yang suci sehingga tidaklah pantas memungut biaya dari amalan yang dilakukan dalam membadalkan haji.

Selanjutnya : Cara Mengatasi Anak Yang Tidak Suka Menu Sayuran
Sebelumnya: Aspek Kognitif adalah Aspek yang Terkait dengan Otak
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar