Bagaimana Pandangan Tentang Kebijakan Orde Baru?


Di Indonesia terdapat dua istilah yang terkenal yakni istilah orde lama dan orde baru. Dua istilah tersebut digunakan untuk membedakan kepemimpinan dan juga kebijakan yang berbeda. Bagaimana pandangan tentang kebijakan orde baru? Ada banyak anggapan mengenai bagaimana kebijakan pada pemerintahan orde baru. Kebijakan tersebut ada yang bernada positif dan juga ada yang bernada negatif. Karena, masing-masing pemerintahan pastilah mempunyai kelemahan dan juga kelebihan sendiri-sendiri.

Masa orde lama, adalah masa jabatan presiden pertama negara Indonesia. Seperti yang diketahui bersama, presiden pertama Indonesia adalah Sukarno. Pemerintahan Presiden Sukarno dikenal dengan pemerintahan orde lama. Sedangkan presiden kedua yang memerintah Indonesia, adalah Suharto.

Presiden kedua Indonesia tersebut memerintah dalam waktu yang sangat lama dan bisa dikatakan sebagai presiden yang memerintah paling lama, yakni 32 tahun. Namun pada tahun 1998, orde baru tersebut tumbang karena diturunkan oleh rakyat yang terdiri dari berbagai golongan, di antaranya yakni mahasiswa.

Seperti yang telah dikatakan di awal, bahwa setiap pemerintahan mempunyai ciri yang berbeda-beda. Tidak ada pemerintahan yang mempunyai ciri yang sama. Perbedaan tersebut disebabkan karena presiden yang memimpin berbeda yang berkaitan dengan pola pikir yang berbeda pula. Selain perbedaan pemimpin utama, atau presiden, juga disebabkan oleh kabinet-kabinet yang berbeda di setiap presiden. Dari kabinet tersebut kemudian diperoleh keputusan-keputusan yang berbeda-beda pula.

Kebijakan tersebut seperti kebijakan antara orde baru dan orde lama. Kebijakan tersebut tentu saja ada yang menentang dan ada pula yang menyetujui. Jika ada yang ingin mengetahui bagaimana kebijakan-kebijakan tersebut banyaklah membaca buku. Karena seperti sudah menjadi suatu rutinitas, setiap ada pemerintahan yang turun, kemudian diabadikan dalam tulisan.

Tulisan tersebut, dapat berwujud tulisan tentang analisis kebijakan, tulisan tentang kritik kebijakan, dan ada pula yang berwujud cerpen dan novel. Karena setiap golongan orang, pastilah berusaha untuk merekam setiap pemerintahan. Apalagi jika pemerintahan tersebut sangat buruk di mata rakyat. Sehingga bagaimana pandangan tentang kebijakan orde baru, dapat dibaca pada buku-buku yang dijual dan pada novel.

Selanjutnya : Danny Oei Wirianto, Kisah Nyata Hidup di Negeri Orang
Sebelumnya: Membuat Karedok Resep Khas Sunda
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar