Menyimak Bagian bagian ilmu kalam

Bagi umat Muslim, mendengar Ilmu Kalam pastilah sudah tidak asing lagi. Apalagi bagi umat Muslim yang ingin mengembangkan pengetahuannya di dunia Islami, ilmu kalam barangkali sudah akrab dalam kehidupan sehari-hari. Di dalam filsafat teologi Islam dikenal yang namanya ilmu kalam. Lalu, apa saja bagian-bagian Ilmu Kalam?

Apabila diartikan secara harafiah, kalam berarti “kata-kata”. Sementara itu mereka yang menekuni ilmu ini disebut ahli teologi Islam atau mutakallimiin. Terdapat kontroversi besar yang melatarbelakangi diciptakannya studi ilmu ini. Pada dasarnya Firman dari Allah itu adalah sebuah esensi dan tidak diciptakan, karena datang langsung dari Tuhan seperti yang dijelaskan dalam Al Quran. Namun kemudian firman Tuhan tersebut dituliskan dalam kata-kata untuk memudahkan umat memahaminya.

Bagian bagian ilmu kalam atau kalimat  ditinjau dari kandungan isinya, terdiri atas:

1. Amar

Kalam yg menunjukkan tuntutan untuk mengerjakan sesuatu/perintah. Seperti : “Berdirilah!”, “Pukullah!”, “Tolonglah!”

2. Nahi

Kalam yg menunjukkan tuntutan untuk meninggalkan sesuatu/larangan. Contoh “Jangan duduk!”, “Jangan makan!”

3. Khobar (berita)

Kalam yg mengandung kemungkinan benar dan bohong, dengan melihat dzatiahnya. Seperti  “Zaid datang!”Berita kedatangan zaid ini mungkin benar , mungkin bohong.

4. Istikhbar/istifham (pertanyaan)

Kalam yang menunjukkan permintaan untuk menjelaskan sesuatu. Contoh “Apakah zaid berdiri?”

5. Tamanni

Kalam yang diletakkan untuk menunjukkan makna menginginkan sesuatu yang tidak bisa diharapkan atau sulit untuk didapatkan. Misal orang miskin tak berharta mengatakan:

  • “Seandainya aku punya emas yang banyak, maka aku bisa naik haji.”

Contoh lain ucapan orang yang sudah tua:

  • “Seandainya masa muda itu kembali lagi…..”. Semua ucapan tersebut, tidak bisa diharapkan atau sulit didapatkan, karena kenyataannya tidak mungkin terjadi.

 6.’Ardl

Kalam yang diawali dgn lafadh yang diciptakan untuk menunjukkan permintaan secara halus dan santun. Misal “Mari singgah di tempatku!”

7. Qosam

Kalam yang menunjukkan arti sumpah. Contoh “demi Allah, sungguh aku akan melakukan demikian…”

8. Tahdlidl

Kalam yg diawali dengan lafad yang menunjukkan arti permintaan dengan keras dan disertai teriakan. Misal  “Mengapa kamu tidak memuliakan zaid?!”

Demikianlah bagian bagian ilmu kalam, semoga bermanfaat.

Loading...
Selanjutnya : Kebudayaan Lembah Sungai Nil
Sebelumnya: Membuat Contoh Kalimat dalam Tenses Bahasa Inggris
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar