Bahasa Arabnya Maha Benar Allah dengan Segala Firmannya


Bagi umat Muslim, mungkin Anda sering mendengar saritilawah (pembaca arti terjemahan ayat-ayat Al-Qur’an) membaca kalimat “Maha Benar Allah dengan segala firmannya” usai Qori atau Qori’ah (orang yang membaca Al-Qur’an) membaca Al-Qur’an. Biasanya dalam perlombaan tilawah MTQ (Musabaqoh Tilawatil Qur’an) sering diperdengarkan oleh para Qori dan Qori’ahnya. Lalu, apa  bahasa Arabnya Maha Benar Allah dengan segala firmannya?

Bahasa Arab Maha Benar Allah dengan segala firmannya yang sering diucapkan usai membaca Al-Qur’an adalah “shadaqallahul ‘azhim”. Sebenarnya, membaca kalimat tersebut merupakan perkara yang tidak asing bagi siapa pun.

Mendengarnya pun sering saat ada seseorang usai mengaji Al-Qur’an. Namun, membaca kalimat tersebut sesungguhnya tidak ada tuntunannya. Artinya, amalan tersebut tidak ada contoh dari Rasulullah ahalallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya.
Shahih Al Bukhari

Bacaan shadaqallahul ‘azhim bahasa Arabnya Maha Benar Allah dengan segala firmannya ini memang tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah shalallahu’ alaihi wa sallam semasa hidupnya. Bahkan, Rasulullah shalallahu’ alaihi wa sallam pernah menyelisihnya saat bersama Ibnu Mas’ud dalam riwayat Shahih Al Bukhari.

Saat itu Ibnu Mas’ud meriwayatkan bahwa Rasulullah shalallahu’ alaihi wa sallam berkata kepadanya dan meminta Ibnu Mas’ud untuk membacakan Al-Qur’an. Lalu, Ibnu Mas’ud membaca Al-Qur’an surat An Nisaa hingga ayat 41. Rasulullah shalallahu’ alaihi wa sallam lalu berkata dan meminta Ibnu Mas’ud berhenti dengan mengucapkan kata “cukup, cukup.” sambil meneteskan air mata.

Berdasarkan riwayat tersebut, artinya Ibnu Mas’ud tidak membaca kalimat Maha Benar Allah dengan segala firmannya. Rasullullah shallallahu’ alaihi wa sallam pun tidak membaca kalimat tersebut.

Perkara Bid’ah

Melakukan perbuatan atau amalan baru dalam hal beribadah (agama) yang tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah shalallahu’ alaihi wa sallam hukumnya bid’ah. Perlu dipahami dan dimengerti bahwa melakukan perbuatan bid’ah itu mencakup perbuatan dan perkataan seperti yang disabdakan oleh Rasulullah shallallahu’ alaihi wa sallam.

“Barangsiapa yang melakukan suatu amalan yang bukan ajaran kami, maka amalan tersebut tertolak.” (HR. Muslim).

Kita memang yakin bahwa Al-Qur’an adalah firman Allah yang Maha Benar. Namun, kita tak perlu melafazkan “Shadaqallahul ‘azim” usai membaca ayat-ayat Al-Qur’an. Pedoman dan guru terbaik yang telah kita punyai yaitu Rasulullah shallallahu’ alaihi wa sallam sebagai contoh dan suri tauladan yang baik tidak pernah mencontohkan hal tersebut, wallahu a’lam.

Demikianlah artikel singkat mengenai bahasa Arabnya Maha Benar Allah dengan segala firmannya. Semoga bermanfaat.

Selanjutnya : Apalah Makna dari Sebuah Nama
Sebelumnya: Kata-kata Motivasi agar Berhenti Merokok bagi Para Pria
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar