Bahasa Tidak Baku dan Bahasa Baku Sesuai dengan Tujuan Penggunaannya

Bahasa tidak baku secara umum dapat diartikan sebagai bahasa yang diluar standar. Bahasa ini biasanya tidak digunakan dalam berbagai surat resmi seperti perundang-undangan, surat keterangan, instansi pemerintahan dll. Kata tidak baku bisa muncul karena kebiasaan, lebih populer sebagai bahasa yang digunakan dalam komunikasi sehari-hari.

Bahasa tidak resmi ini seringkali dianggap sama dengan bahasa baku. Contohnya adalah “ganteng” (tidak baku) dan “tampan” (baku). Ini mempunyai arti sama, tetapi salah satunya tidak cocok digunakan dalam surat resmi, karena tidak baku.

Loading...

Contoh Kata Tidak Baku

Kita sering tidak sadar bahwa yang kita gunakan adalah bahasa yang tidak baku. Kesalahan ini kadang terbawa ketika kita harus membuat sebuah surat resmi yang harusnya menggunakan bahasa baku yang standar. Beberapa kata di bawah ini adalah contoh dari bahasa baku dan tidak baku.

Kata Baku Kata tidak baku
Izin Ijin
Jenazah Jenasah
Kaidah Kaedah
Lubang Lobang
Penasihat Penasehat
Ekspor Eksport
Insaf Insyaf

Itulah beberapa contoh kata baku dan tidak baku. Dengan mengatahui bahasa baku dan kata tidak baku. Kita bisa mengoreksi bahasa yang sehari-hari kita gunakan untuk kepentingan yang resmi. Untuk kepentingan yang tidak resmi seperti percakapan dengan teman dan orang-orang di sekitar, mungkin kita tidak perlu menggunakan bahasa yang baku. Bahkan, untuk beberapa kelompok pergaulan, mereka sering menciptakan bahasa yang mereka sebut sebagai bahasa gaul.

Tahu Menempatkan Bahasa

Rasanya, ketika kita berkomunikasi dengan orang-orang di sekitar kita, akan terasa aneh ketika menggunakan bahasa yang terlalu resmi. Pembicaraan yang kita lakukan jadi terlihat lebih kaku. Dengan demikian, kita harus tahu kapan menempatkan bahasa resmi dan bahasa tidak resmi. Biasanya, bahasa-bahasa resmi hanya digunakan dalam surat-surat dinas, pemerintahan, instansi dan berbagai kepentingan lainnya yang menyangkut hal-hal yang bersifat resmi dan bisa dipertanggung jawabkan di mata hukum.

Bahasa tidak resmi bukan berarti bahasa yang tidak sopan. Kadang-kadang, sebagian dari kita menganggap bahwa bahasa tidak resmi adalah bahasa yang kurang mempunyai etika. Sebetulnya tidak demikian, asalkan kita tahu siapa yang kita ajak bicara.

Misalkan kata “lu”, bahasa itu tidak resmi tetapi cocok untuk digunakan untuk berbicara dengan teman yang sudah lama akrab. Beda lagi ketika kita menggunakan kata “kamu”, meskipun kata ini baku, tetapi tidak cocok untuk digunakan untuk bicara dengan orang tua. Bahasa tidak baku dan bahasa baku harus tepat penggunaannya.

Loading...
Selanjutnya : Ciri-ciri Definisi Cerita Klasik Melayu
Sebelumnya: Contoh Berita yang Melanggar Kode Etik Jurnalistik
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar