Bahaya Dunia Maya bagi Generasi Muda


Tahun 2000-an adalah era perkembangan tekhnologi informasi. Perkembangan tekhnologi informasi, seperti internet, diikuti dengan maraknya jejaring sosial. Jejaring sosial facebook dan twitter merupakan yang paling banyak digandrungi, terutama oleh anak muda. Di dalam facebook dan twitter terciptalah alam komunikasi, sosialiasi, grup-grup yang menyerupai realitas yang ada, sehingga dunia dalam jejaring sosial tersebut sering disebut dengan dunia maya. Dunia maya meimiliki manfaat atau kerugian. Karena pengguna paling banyak adalah anak muda, maka bahaya dunia maya juga bisa mengancam generasi muda dalam hal berkehidupan.

Dunia maya menenggelamkan nilai sosial kemasyarakatan. Para pelaku di dunia maya lebih asyik bercengkerama lewat jejaring sosial daripada bersilaturahmi secara langsung. Nilai-nilai sosial kemasyarakat menjadi tenggelam, misalnya nilai guyub (rukun, kebersamaan) dan gotong royong.

Dunia maya menumbuhkan sikap individualis. Mereka akan betah berlama-lama di depan komputer menjelajahi dunia yang tak dikenal tanpa menghiraukan hiruk-pikuk dunia realitas disekitarnya. Mereka lebih asyik untuk saling berkomunikasi dengan orang-orang yang mungkin tidak dikenal. Hal ini sangat mengancam pertumbuhan karakter para pemuda.

Ancaman dunia maya semakin besar apabila seseorang tidak mampu membatasi diri serta adanya orang-orang yang menyalahgunakannya. Seperti yang kita tahu, banyak kasus-kasus kriminal seperti penculikan, penipuan, dan lain-lain yang bermula dari dunia maya. Walaupun hukuman kriminalitas dalam dunia maya sudah masuk undang-undang tapi juga masih sering terjadi.

Kebebasan dalam berkomunikasi dalam dunia maya juga menyebabkan ancaman-ancaman moraliitas masyarakat. Kini banyak sekali kasus-kasus prostitusi yang menggunakan media jejaring sosial di dunia maya. Kebebasan dalam dunia maya menyebabkan tidak adanya lagi batasan moral yang mengatur kehidupan (dunia maya), yang berimbas dalam dunia nyata.

Bahaya yang paling besar dari dunia maya, yakni dunia maya bisa mempengaruhi karakter bangsa. Para pegguna dunia maya yang rata-rata anak muda merupakan generasi penerus bangsa. Nah, apabila mereka sudah menjadi semakin individualis dan acuh tak acuh, maka karakter bangsa yang mulanya santun dan penuh dengan kebersamaan juga akan hilang.

Selain itu jangkauan komunikasi di dunia maya yang luas, menimbulkan banyaknya budaya-budaya asing yang masuk tanpa terkontrol. Hal ini bisa melunturkan budaya asli Indonesia, akibatnya adalah identitas bangsa menjadi luntur karena dunia maya. Banyaknya bahaya dunia maya ini harus segera diantisipasi.

Selanjutnya : Bisakah Meramal Nasib Sendiri?
Sebelumnya: Binatang Apakah Bulunya Tebal?
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar