Bakteri E-Coli: Ancaman Serius Makanan Bayi

Pada masa kini, tidak sedikit ibu rumah tangga yang mempersiapkan makanan bayi pendamping Air Susu Ibu untuk bayinya yang berusia 6 sampai 12 bulan.

Namun, sebagian besar masih kurang memperhatikan kebersihan asupan yang dibuatnya sendiri. Padahal faktor keamanan makanan yang tidak dijaga dapat menimbulkan ancaman bahaya bakteri.

Resiko terbesar proses persiapan MP-ASI yang kurang higienis dapat memunculkan penyakit diare pada bayi dengan prosentase sebesar 90 persen.

Lebih lanjut dikemukakan dari hasil penelitian terhadap 599 bayi berusia 6-12 bulan di 139 rumah tangga di Kabupaten Solok. Ditemukan sebesar 72,.46 persen MP-ASI lokal tercemar oleh bakteri Escherichia coli (E-coli).

Hal ini dapat terjadi karena faktor keberadaan hewan yang berkeliaran di dalam rumah dan pencemaran dari tangan yang kurang bersih.

Disamping itu, proses pengeringan tangan dengan lap yang kebersihannya tidak terjamin. Maka dari itu, perlu upaya pencegahan seperti menghalau hewan berkeliaran di dalam rumah, membasuh tangan dengan sabun melalui air mengalir, dan mencuci lap tangan setiap hari.

Berbicara mengenai faktor penyebab diare oleh bakteri maka dapat ditarik kesimpulan bahwa pengaruh terbesar berasal dari bakteri E-coli.

Sebenarnya di dalam tubuh manusia dan hewan berdarah panas, bakteri E-coli bermanfaat mengendalikan masuknya mikroba dalam tubuh. Akan tetapi bakteri menjadi ganas apabila mendapatkan unsur-unsur genetik penyebab infeksi.

Bakteri E-coli patogen umumnya mudah ditemukan terkandung dalam air mentah dan makanan dimasak kurang matang. Setelah memasuki sistem tubuh, bakteri E-coli patogen memproduksi dalam jumlah besar toksin berbahaya.

Toksin tersebut menjadi penyebab diare berdarah, gangguan pencernaan, sindrom hemolitik-uremik, gagal ginjal, dan komplikasi kesehatan lainnya.

Kasus pada bayi, bakteri E-coli masuk dalam usus bayi melalui makanan, air, dan organ tubuh orang yang menangani bayi. Selanjutnya bakteri berkolonisasi di saluran usus bayi dalam waktu 40 jam setelah kelahiran.

Gejala terinfeksi bakteri E-coli pada saluran pencernaan salah satunya ialah diare atau gejala yang mirip seperti gangguan pencernaan yang tidak mengganggu sehingga terjadi keterlambatan diagnosis infeksi.

Hingga saat ini obat yang dapat diandalkan untuk mengobati infeksi bakteri E-Coli belum ditemukan. Maka dari itu, peranan ibu dalam menyiapkan makanan bayi secara higienis sangat menentukan kesehatan bayi.

Selanjutnya : Makanan Ikan Koi yang Aman dan Tidak Cepat Basi
Sebelumnya: Penyimpangan Sosial yang Sering Terjadi di Masyarakat
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar

Loading...