Bang Sampah di Bandung

Bandung sebuah kota yang terkenal dengan Paris van Java ini dulu adalah kota yang sejuk dan bersih. Tetapi kota kembang ini sudah dipadati oleh penduduk. Dampak dari kepadatan penduduk ini adalah sampah yang terus menumpuk. Hal inilah yang menginspirasi sebagian orang untuk membentuk bang sampah di Bandung.

Bank Sampah

Bank sampah bukanlah bangunan kumuh dan kotor yang dipadati tumpukan sampah, namun bank sampah merupakan suatu tempat yang dapat mengelola sampah menjadi benda yang memiliki nilai jual. Bank sampah menerima sampah tertentu (anorganik) plastik, botol, ataupun kaca dari setiap rumah di Bandung kemudian diserahkan kepada pengurus bank sampah yang nantinya dijual ataupun didaur ulang kembali menjadi benda-benda yang dapat digunakan.

Bank sampah sangat membantu dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan bersih. Bank sampah juga memberikan penyuluhan pada tempat tertentu seperti sekolah atau kantor bagaimana memisahkan sampah organik dan anorganik.
Bandung dulu begitu sejuk dan asri, semilir angin dan sejuknya udara masih bisa dirasakan.

Namun seiring waktu berlalu kota kembang ini mulai dipadati pendatang baru dari berbagai wilayah. Salah satu dampak dari pertambahan penduduk adalah sampah. Apalagi penduduk yang tidak sadar akan kebersihan, menyampah merupakan hal yang sering dilakukan.

Awal Mula Bank Sampah

Berawal dari sampah yang menggunung dan menyebabkan pemandangan tidak indah, sering terjadi banjir bahkan longsor akibat ketidaksadaran masyarakat akan sampah.  Maka masyarakat Bandung mendirikan bank sampah. Terdapat kurang lebih 16 bank sampah yang ada di Bandung.

Bank sampah merupakan sebuah institusi yang dibangun oleh sekelompok masyarakat Indonesia yang memiliki tujuan menjaga lingkungan agar bersih dari sampah. Dengan cara menabung sampah yang sifatnya bisa didaur ulang yang berawal dari rumah setiap warga sekitar. Bank sampah bukanlah suatu tempat dengan gundukan sampah disetiap sudut.

Ada kurang lebih 16 bang sampah di bandung diataranya Bank Sampah Wargi Manglayang (BSWM), Bank Sampah RW 14,  dan bank sampah Muarageulis. Hadirnya bank sampah di kota kembang ini disambut baik oleh para penduduk sekitar dengan berpartisipasi menjadi anggota dan nasabah bank sampah di daerahnya. Berkaca pada bank sampah di kota Surabaya, Malang dan Jogyakarta.

Bank sampah Malanglayang mulai membentuk bank sampah yang rapi dan tertib dari segi administrasi ataupun prakteknya. Bank sampah yang dibangun secara mandiri ini memiliki lebih dari 150 nasabah yang mengumpulkan sampah anorganik ke bank sampah. Sampah-sampah tersebut dijual atau didaur ulang menjadi benda yang memiliki nilai ekonomi seperti payung, tas, ataupun sandal, dan hasil penjualannya ditabung, hal tersebut dilakukan oleh ibu-ibu PKK di Malanglayang.

Bang sampah di Bandung ini memberikan pelatihan dalam pembuatan kompos dari sampah organik dan beragam kerajinan dari bahan bekas pesertanya adalah warga sekitar sehingga tidak hanya keuntungan finansial bank sampah juga memberikan ilmu baru bagi wargaDukngan dari warga dan pemerintah setempat adalah hal yang dibutuhkan dalam membangun bank sampah di suatu daerah.

Loading...
Selanjutnya : Jiwa Sosial Tapi Pamrih
Sebelumnya: Artikel Olah Raga Renang di Berbagai Media
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar