Bangunan Pengolahan Limbah Cair Secara Fisik


Bangunan pengolahan limbah cair secara fisik. Ada dua jenis limbah cair dalam masyarakat, yaitu limbah cair domestik dan limbah cair non domestik. Limbah cair domestik berasal dari penggunaan rumah tangga seperti air buangan bekas mencuci, bekas mandi dan lain-lain. Sedangkan limbah cair non domestik berasal dari pabrik atau industri.

Limbah cair bekas proses industri ini mengandung komposisi zat-zat tertentu tergantung pada jenis produksinya. Limbah cair ini pada hakikatnya akan kembali lagi ke tanah.

Namun untuk mengurangi dampak pencemaran akibat zat-zat berbahaya yang terkandung di dalamnya, dibuatlah sistem pengolahan limbah cair. Tentu saja tidak sembarangan dalam mendesain bangunan pengolahan limbah cair.

Penyedia perlu memperhatikan struktur bangunan pengolahan limbah cair secara fisik. Agar sesuai standar kualitas, mampu beroperasi dengan baik dan tepat guna dan terhindar dari kebocoran limbah.

Bangunan pengolahan limbah cair dapat dibangun di dalam ruangan ataupun di luar ruangan. Berikut ini adalah beberapa jenis bangunan limbah cair:

1. Septictank

Jenis bangunan pengolahan limbah ini tidak membutuhkan area yang luas dan dapt dibangun di dalam ruangan. Namun jika kelebihan air yang ada di dalam tanki tidak disalurkan ke saluran drainase untuk kemudian mengalir menuju IPAL (Instalasi Pengolah Air Limbah), maka dibutuhkan peresapan yang baik agar tidak mencemari air tanah.

2. Bangunan Pengolahan Limbah dengan Fitur Pemisah Minyak dan Lemak

Jenis bangunan ini diperuntukkan untuk limbah yang berasal dari limbah hasil cucian dapur restoran, hotel dan industri makanan juga limbah dari tempat pemotongan hewan dan lain-lain. bangunan pengolahan limbah terdiri dari ruangan-ruangan bersekat untuk menampung zat-zat apung.

3. Waste Water Treatment Plant (Instalasi Pengolahan Limbah)

Bangunan pengolahan limbah ini diperuntukkan limbah cair yang berasal dari hotel, perkantoran, asrama dan limbah cair dari rumah sakit yang bersifat non medis. Bangunan ini terbuat dari batu bata yang kedap air atau beton bertulang yang dibangun berpasangan. Kemudian dilengkapi dengan bak untuk menampung limbah, ruang pompa dan pemancar air.

limbah cair

Perencanaan pembangunan tempat pengolahan limbah cair harus sesuai dengan standar operasi instalasi pengolahan limbah. Penanganan terhadap limbah cair merupakan hal yang teramat penting. Karena jika tidak dikelola dengan baik, limbah cair dapat mencemari lingkungan dan mengurangi kualitas air bersih yang tersedia.

Selanjutnya : Keutamaan Puasa Senin Kamis dalam Kultum Tentang Puasa Senin Kamis
Sebelumnya: Kampus dengan Basis Pembelajaran Komputasi Statistik
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar