Ciri-ciri dan Manfaat Batu Apung


Batu apung adalah bebatuan yang terbentuk atas piroklastik kaca dengan dinding batuan beku gunung berapi. Bebatuan ini berasal dari lava vulkanik atau magma asam gunung berapi meletus.  Karakteristiknya ialah terdapat banyak sel yang disebabkan ekspansi buih gas alam.

Ciri-ciri batu berongga ini ialah berwarna terang dan terdapat buih yang terbentuk oleh gelembung berdinding gelas. Massa jenisnya kurang dari 1 gram/cm3, tahan terhadap api, tahan jamur, dan kedap suara. Melihat karakteristik tersebut maka tidak mengherankan apabila dapat mengapung di air sehingga disebut batu apung atau batu kambang.

Dilihat dari segi manfaat, batu ini dipakai untuk keperluan menjaga kesehatan kulit seperti menghilangkan kulit pecah-pecah di tumit. Cara pengobatan kulit pecah pada bagian tumit ialah menggosokkannya batu pada bagian tersebut. Selanjutnya, bagian tumit diolesi dengan pelembab kulit agar didapat hasil lebih maksimal dilakukan sebanyak dua kali dalam seminggu hingga kulit pecah-pecah hilang secara berangsur-angsur.

Manfaat lainnya adalah membersihkan perabotan alat memasak, seperti wajan, panci, dan alat memasak lainnya. Hal ini terutama berfungsi maksimal untuk membersihkan noda yang tidak mampu dibersihkan dengan sabun. Apabila dibuat perbandingan, batu yang terbentuk dari erupsi gunung berapi ini lebih ekonomis dibanding sabun colek.

Lokasi penyebaran batu ada di sekitar Serang, Sukabumi, Pulau Lombok, dan Pulau Ternate.  Khususnya, di sekitar pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat batu ini menjadi lahan usaha yang menguntungkan bagi masyarakat. Maka tidak mengherankan kebanyakan masyarakat menyandarkan hidupnya pada usaha dengan objek tersebut dibandingkan usaha pertanian.

Sebuah pabrik yang menampung dan mengolah hasil alam ini dari masyarakat dengan harga Rp850 tiap karung. Hasil pengolahan pabrik selanjutnya diekspor ke berbagai negara di dunia sebagai bahan penggosok atau pemoles. Sudah banyak diketahui bahwa batu berwarna putih ini dapat dipakai mengasah kulit kasar dan menghaluskan intan.

Selain itu, pengusaha banyak memanfaatkan batu ini menjadi bahan bangunan tambahan yang efisien. Pengrajin batu apung tidak kalah berinovasi dengan merubahnya menjadi batu-batuan penghias kolam ikan di sekitar rumahnya. Interior rumah tidak ketinggalan memakainya sebagai aksesoris indah dengan cara menempelkan secara acak pada dinding rumah.

Penyebaran yang sangat luas di Indonesia, maka batu apung dapat dikembangkan sebagai alat dan bisnis. Dapat dipastikan bahwa kendala keterbatasan bahan baku tidak akan sering ditemui.

Selanjutnya : Permainan Ramalan Cinta Berdasarkan Nama
Sebelumnya: Media Lokal Radar Tegal
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar