Batuk 100 Hari Obat


Batuk 100 Hari Obatnya harus segera diberikan kepada penderita karena orang yang mengalami Batuk 100 Hari yang susah sembuh ini tentu saja sangat menderita akibat batuk terus-menerus selama berbulan-bulan. Batuk 100 hari dalam istilah medis dikenal sebagai penyakit Pertussis atau Batuk Rejan. Penyebab Batuk Rejan adalah bakteri Bordetella pertussis yang ditularkan oleh orang yang terinfeksi ke orang lain melalui udara atau dahak yang dikeluarkan serta bakteri yang berkembang di kondisi lingkungan yang buruk.

Batuk 100 Hari pada anak, jumlahnya lebih tinggi dan sekitar 60 persen penyakit ini diderita oleh bayi dan anak-anak dibawah usia 10 tahun karena penyakit ini mudah menyerang seseorang dengan daya tahan tubuh rendah, dan sekitar 40 persen penderita penyakit ini adalah orang dewasa.

Gejala batuk rejan ini biasanya muncul 5-20 hari setelah seseorang tersebut terinfeksi yang ditandai dengan flu dan disertai dengan demam, radang tenggorokan, pilek, dan batuk yang khas. Batuk pada penyakit Pertussis ini termasuk jenis batuk kering yang disertai dengan sesak nafas yang berat yang membuat penderitanya sulit bernafas karena batuk yang terus menerus terjadi.

Bila seseorang mengalami batuk lebih dari dua minggu dan telah diobati namun tidak kunjung sembuh bisa jadi seseorang tersebut menderita penyakit Pertussis. Diagnosa penyakit ini dilakukan oleh dokter bagian paru dengan mengambil dahak untuk melihat bakteri pertussis dan pemeriksaan suap tenggorokan.

Bila penyakit ini terjadi pada bayi maka harus dilakukan deteksi sedini mungkin untuk mencegah komplikasi seperti infeksi paru-paru/pneumonia, sesak nafas, kejang, dan pendarahan karena 1 dari 500 bayi meninggal akibat pertussis. Komplikasi batuk rejan pada orang dewasa juga bisa terjadi bila pasien terlambat ditangani.

Pencegahan batuk 100 hari dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu:  1) melakukan vaksinasi DPT (Difteri Pertussis Tetanus) yang signifikan untuk mencegah pertussis dan terbukti menurunkan angka penderita; 2) segera lakukan deteksi dini dengan pemeriksaan secara menyeluruh bila mengalami batuk yang disertai dengan sesak nafas; dan 3) tinggal di lingkungan yang sehat dan bebas polusi serta menghindari orang yang terinfeksi.

Obat batuk 100 hari saat ini sudah lebih maju dan tidak perlu menunggu 100 hari lagi untuk proses penyembuhan karena sudah ditemukan antibiotik. Istilah batuk 100 hari muncul karena dahulu perlu waktu 3 bulan atau kurang lebih 100 hari untuk menyembuhkan penyakit ini sebelum ditemukannya antibiotik. Selain itu, mitos yang berkembang bahwa penyakit batuk 100 hari akan hilang dengan sendirinya tanpa bantuan obat adalah salah besar. Jadi Batuk 100 Hari Obatnya adalah antibiotik yang diresepkan oleh dokter. Semoga Anda cepat sembuh dan jagalah selalu kesehatan Anda.

Selanjutnya : Perkembangan Gizi pada balita menurut WHO
Sebelumnya: Doa-doa Niat Shalat Maghrib
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar