Beberapa Tokoh Modernisasi Islam


Dalam dunia Islam sendiri, dikenal gerakan modernisasi yang lebih ditujukan untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas masyarakat Islam yang terpuruk semenjak kekalahan kekalifahan Utsmaniyah. Gerakan ini pertama kali didengungkan pada abad ke-18, saat para pembesar usmaniyah mengundang banyak ahli perang dari Barat untuk melatih kekuatan militer mereka. Kemudian, muncullah beberapa tokoh modernisasi Islam.

Apa sih modernisasi itu? Menurut KBBI, kata “modern” berarti terbaru atau bisa juga diartikan sikap dan cara berpikir serta cara bertindak sesuai dengan tuntutan zaman. Sementara modernisasi sering diartikan sebagai suatu gerakan untuk mengubah seluruh aspek kehidupan, termasuk di dalamnya adalah kelembagaan atau institusi, serta paham-paham yang telah dianut di masyarakat. Berikut ini adalah beberapa tokoh dalam modernisasi Islam.

Muhammad Abduh

Muhammad Abduh lahir di Mahallah Nasr, Provinsi Gharbiyyah, Mesir, pada tahun 1849 M. Ia banyak melakukan pembaharuan di bidang pendidikan, terutama pada kurikulum dan metode pendidikan serta cara penafsiran Al-Quran. Muhammad Abduh dikenal sebagai salah satu Bapak Pembharu Islam, setelah ia menerima tesis Al-Afghani tentang tirani dan bahwa penjajahan adalah musuh utama kita. Bersama muridnya, Muhammad Rasyid Ridha, ia membukukan gagasannya dalam Tafsir Almanar.

Muhammad Rasyid Ridha

Beliau menjadi orang pertama yang mengusulkan pembentukan negara Islam modern yang sepenuhnya berdasarkan syariat. Dalam bukunya, Al-Khalifah, Beliau mengusulkan dihidupkannya kembali lembaga khalifah.

Muhammad bin Adil-Wahab

Sama dengan pendahulunya, beliau juga menganjurkan untuk kembali ke ajaran Nabi secara murni. Pemikiran beliau ini banyak diadaptasi oleh Ibnu Taimiyah.

Hassan Al-Banna

Hassan Al-Banna lahir di tengah situasi Mesir yang sedang riuh dengan isu revolusi dan pembaharuan Islam. Pada umurnya yang ke-22 tahun, beliau membentuk gerakan Ikhwanul Muslimin, setelah menyadari bahwa proses pembaharuan tidak mungkin berjalan setengah-setengah dan harus dirancang serta diorganisasikan dengan baik.

Gaung kebangkitan dan pembaharuan segera terdengar. Para kader beliau masuk dalam seluruh aspek kehidupan rakyat Mesir. Beliau juga mendirikan sekolah, rumah sakit, lembaga riset, masjid, forum ilmiah, hingga klub olahraga. Karena gerakan inilah, beliau dianggap sebagai ancaman Barat. Pada usia 42 tahun, sebutir peluru mengakhiri hidup sang arsitek pembaharuan Islam ini.

Demikian biografi singkat tokoh modernisasi Islam beserta pemikirannya. Semoga kita sebagai umat dapat mengambil hikmah serta semangat perjuangan mereka.

Selanjutnya : Arti Mimpi Dikejar dan Digigit Anjing
Sebelumnya: Maksud dari Peribahasa Tak Lari Gunung Dikejar
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar