Belajar Menurut John Locke


John Locke adalah salah satu tokoh psikologi. Salah satu filsuf dari Inggris ini memiliki pemikiran cemerlang. Bahkan, beberapa pemikiran dan eksperimennya mampu memberikan wawasan baru dan wacana bagi kalangan sarjana di Inggris saat itu, tentu saja sarjana tersebut yang tertarik dalam ilmu psikologi. Dasar pemikiran John Locke lebih mengakar pada filsafat. Pada kesempatan kali ini, kita akan belajar menurut John Locke  atas penemuan dan pemikiran-pemikiran yang banyak diterapkan di dalam pendidikan dan kehidupan sehari-hari.

Tabula rasa adalah salah satu teori yang diusung oleh John Locke. Filsuf kelahiran Wrington, pada tahun 1692 dikenal juga sebagai tokoh asosiasionisme. Pernah mendengar istilah “tabula rasa”? Istilah tabula rasa ini dapat diibaratkan selembar kertas putih belum tercoret-coret. Itulah alasannya pemerhati anak sangat menekankan perkembangan anak yang sehat. Secara naluriah orangtua akan memberikan ajaran kepada buah hatinya dengan hal-hal yang baik. Bahkan, di usia dini sudah disekolahkan di PAUD maupun TK.

Proses semacam inilah salah satu bentuk penulisan tinta di atas kertas si anak. Seorang anak akan memiliki sikap dan tingkah laku yang sedemikian rupa hasil dari goresan yang telah diberikannya, serta pengaruh pengalaman yang diterimanya ketika hidup bersosial.

John Locke memiliki pemikiran bahwa benda yang ada di dunia ini memiliki tiga kualitas, yaitu kualitas primer, sekunder dan power, atau yang disebut dengan kekuatan. Kualitas ini seperti yang terjadi pada proses perkembangan sikap anak. Paragraf di atas juga memiliki kualitas primer dan sekunder.
Kualitas primer adalah pengaruh didikan orangtua, dan sekunder adalah pengaruh pendidikan dari PAUD/TK tersebut. Dengan sendirinya, anak akan memiliki power atau kekuatan memutuskan atau bersikap sesuai dengan kemauannya. Anak mulai berani mengambil keputusan lewat pembelajaran/pengalaman selama belajar.

Asosiasionisme yang dimaksudkan John Locke mengatakan bahwa setiap manuia memiliki ide kompleks maupun ide simple. Satu orang dengan orang lain pun mempersepsikan sebuah ide yang sama tetapi berbeda, dari sini dapat dilihat bahwa sebuah ide lebih bersifat subjektif. Kesimpulan kelajar menurut John Locke bahwa setiap manusia akan bersikap dan bertingkah laku sedemikian rupa, karena terjadinya pembelajaran dari pengalaman. Perilaku yang awalnya A menjadi perilaku B, inilah yang kemudian disebut sebagai modifikasi perilaku. Semoga informasinya bermanfaat untuk Anda.

Selanjutnya : Pengertian Hukum Dunia Usaha
Sebelumnya: Berdandan Natural dengan Produk Revlon Indonesia
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar