Benarkah Pernikahan Usia Dini Adalah untuk Kesejahteraan


Pernikahan usia dini adalah pernikahan yang dilakukan oleh seseorang ketika ia dan atau pasangannya masih di bawah umur. Batasan yang dianggap sebagai usia dini menurut undang-undang pernikahan di Indonesia adalah usia 19 tahun untuk laki-laki dan 16 tahun untuk wanita.

Tujuan pemberian batasan usia ini sebenarnyalah untuk kesejahteraan dan kebahagiaan kedua pasangan itu sendiri. Sebuah perkawinan sebenarnyalah bertujuan untuk pemenuhan kehendak kemanusiaan dalam sebuah ikatan perkawinan yang sejahtera lahir dan batin. Untuk itu sebuah perkawinan membawa konsekuensi yang tidak sedikit bagi kedua pasangan; seperti kedewasaan sikap, tanggung jawab secara mental, kemampuan pemenuhan nafkah lahir dan batin bagi laki-laki dan masih banyak lagi.

Karena itulah negara mengatur hal ini dalam sebuah Undang-undang. Seperti disebutkan di atas, bahwa pada usia dibawah 20 tahun seorang anak manusia biasanya masih belum memiliki kedewasaan sikap, kematangan dalam berpikir dan kondisi mental stabil.

Ketiga hal tersebut dikawatirkan akan mempengaruihi kehidupan pernikahannya. Alasan lainnya adalah adanya Undang-undang Perlindungan  anak yang menyatakan bawah anak-anak pada usia 18 tahun masih didudukkan setara dengan anak yang masih ada di dalam kandungan. Sehingga masih membutuhkan bimbingan dan asuhan dari orangtuanya.

Sementara dari sisi kesehatan, pernikahan yang dilangsungkan dibawah usia 20 tahun biasanya akan memberi pengaruh sangat besar bagi kesehatan ibu dan calon bayi yang kemudian akan dikandungnya. Seperti kita ketahui, kehamilan tidak hanya membutuhkan fisik yang sehat namun juga kematangan dan kesiapan dari sang Ibu untuk menerima dan kemudian mendidik sang bayi hingga dewasa nanti. Selain itu kehamilan yang terjadi dibawah usia 20 tahun cenderung akan mengalami prematursitas dan cacat bawaan.

Pernikahan di bawah umur, dikawatirkan juga akan mengganngu keberhasilan program pengendalian laju peningkatan penduduk yang biasanya sangat berakitan erat dengan  kesejahteraan keluarga dan rakyat pada akhirnya. Kelompok manusia pada usia dibawah 20 tahun biasanya termasuk kelompok usia yang sangat produktif untuk menghasikan keturunan.

Jadi apabila sebuah pernikahan berlangsung pada usia ini, peledakan jumlah pnduduk kemungkinan tidak akan terkendali lagi.
Dilihat dari uraian diatas, tujuan pelarangan pernikahan usia dini sebenarnyalah untuk kebahagian dan kesejahteraaan keluarga itu sendiri pada awalnya yang kemudian akan berimbas pada kesejahteraan rakyat pada umumnya.

Selanjutnya : 7 Penyakit Mematikan di Dunia
Sebelumnya: Alasan Pentingnya Mengetahui Doa Sehari-Hari
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar