Bencana Alam Gunung Merapi Yogyakarta

Bencana alam Gunung Merapi Yogyakarta selalu menjadi berita yang begitu menakutkan bagi orang-orang yang mempunyai keluarga di Yogyakarta. Padahal terkadang, orang yang tinggal di Yogya sendiri, tidak terlalu pusing dengan keadaan alam sekitar Gunung Merapi.

Mereka menganggap perilaku Gunung Merapi itu sebagai sesuatu yang biasa. Ketika baru-baru ini Gunung Merapi ‘batuk-batuk’, masyarakat biasa saja. Yang tinggal dekat Gunung Merapi, cukup mengungsi. Sementara itu yang tinggal jauh dari Gunung Merapi, tetap beraktivitas seperti biasa.

Memilih Bersahabat dengan Gunung Merapi

Bencana alam Gunung Merapi Yogyakarta merupakan salah satu bencana alam yang cukup dahsyat. Yang paling mengerikan adalah ketika awan panas menyapu perkampungan tempat Mbah Maridjan berdomisili. Puluhan orang meninggal dunia termasuk Mbah Maridjan yang menjadi simbol ‘persahabatan’ manusia dengan gunung berapi paling aktif tersebut.

Masyarakat Yogyakarta tidak bisa menghindari Gunung Merapi. Yang bisa dilakukan adalah mengantisipasi bencana dan berusaha mengetahui tingkah laku Gunung Merapi walaupun tetap sulit. Guncangan gempa vulkanik cukup sering dialami.

Masyarakat seolah tidak terlalu terganggu dengan guncangan tersebut. Mereka memilih memperkuat pondasi rumahnya daripada pindah dan keluar dari Yogyakarta yang dianggap sebagai provinsi paling nyaman didiami tersebut.

Pembangunan Tempat Pengungsian dan Dam

Tempat pengungsian didirikan demi menampung masyarakat yang tinggal radius 3-4 km dari puncak Gunung Merapi. Barak pengungsian ini cukup memadai dengan berbagai fasilitas untuk kehidupan dalam keadaan darurat. Masyarakat Yogyakarta yang sangat peduli dengan nasib orang lain pun menjadi salah satu modal tidak akan terlantarnya para pengungsi.

Apalagi pemerintah Yogyakarta telah sangat terbiasa dalam menangani bencana Gunung Merapi. Bala bantuan akan segera datang ketika pengungsi mendatangi barak pengungsian. Anak-anak pun terbiasa dan tahu apa yang harus dilakukan ketika Gunung Merapi mulai ‘nakal’. Latihan evakuasi dan bagaimana berlari menyelamatkan diri bukan suatu hal yang aneh terlihat di sekitar daerah Kaliurang.

Pembangunan dam untuk menahan tumpahan material dari puncak gunung pada saat musim hujan terus dikerjakan. Kualitas dam ditingkatkan setelah sempat rusak terkena lahar dingin pada tahun 2011 dan 2012. Biaya yang dikeluarkan cukup banyak, tapi nyawa manusia jauh lebih penting daripada uang yang dikeluarkan untuk pembangunan dam tersebut.

Pemerintah Yogyakarta sangat serius dalam menangani bencana yang diakibatkan oleh Gunung Merapi. Penempatan orang-orang yang berdedikasi sangat tinggi di gardu pemantau Gunung Merapi adalah salah satu cara mengantisipasi bencana alam Gunung Merapi Yogyakarta.

Selanjutnya : Arteri Coronaria
Sebelumnya: Apresiasi Lagu
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar

loading