Bentuk-bentuk Korupsi yang Sering Terjadi di Indonesia


Mengetahui bentuk-bentuk korupsi yang sering terjadi, perlu dilakukan bagi seluruh pihak. Pasalnya sebagai negara yang memiliki geografis cukup luas, Indonesia hingga kini belum juga bisa lepas dari praktik-praktik korupsi. Sebuah perbuatan dikatakan melalukan korupsi, seandainya sesuai dengan ciri-ciri sebagai berikut:

a. Melakukan pengkhianatan terhadap kepercayaan yang telah diberikan.
b. Melakukan penipuan terhadap masyarakat umum, lembaga swasta ataupun lembaga pemerintah.
c. Melakukan perbuatan ilegal tersebut secara rahasia.
d. Melakukan kesepakatan ilegal terhadap keuntungan bersama dalam bentuk barang ataupun uang.
e. Melakukan usaha untuk menutupi perbuatan ilegal tersebut melalui produk-produk pengesahan hukum.
f. Terdapat fungsi ganda yang bertolak belakang oleh mereka yang melakukan perbuatan ilegal tersebut.

Bentuk Korupsi

Selain mengenal ciri-cirinya, kita juga bisa mengetahui bentuk-bentuk dari perbuatan korupsi. Penjelasannya sebagaimana uraian di bawah ini.

1. Pertama adalah penyuapan. Penyuapan dapat diartikan sebagai perbuatan kriminal yang berupa pemberian kepada seseorang atau sekelompok orang dengan tujuan agar si penerima mengubah kebijakan atau keputusan tertentu sehingga bertentangan dengan peraturan yang berlaku.

Penyuapan memang tidak selamanya berupa uang, namun bisa juga berupa barang hak-hak istimewa, janji, keuntungan ataupun barang. Hal tersebut yang jelas digunakan untuk mempengaruhi pendapat, tindakan, atau kebijakan.

2. Kedua adalah penggelapan. Penggelapan adalah sebuah bentuk korupsi yang berupa penghilangan barang berharga, properti, atau uang yang dilakukan oleh seseorang yang diberikan tanggung jawab untuk mengurus dan menjaganya.

3. Ketiga adalah pemerasan. Pemerasan adalah bentuk korupsi yang menggunakan ancaman atau kekerasan dengan tujuan membujuk seseorang sehingga mau bekerjasama dalam hal tertentu. Bisa saja pemilik kekuasaan bertindak sebagai pemeras atau malah menjadi korban dari pemerasan.

4. Keempat adalah nepotisme. Secara etimologis nepotisme berasal dari bahasa latin, yakni nepos yang artinya keponakan.

Istilah penggunaan kata nepotisme pertama kali dikaitkan dengan praktik pemimpin gereja Katolik abad pertengahan, ketika mengangkat keponakan sendiri serta kerabat dekatnya untuk mendapatkan jabatan Kardinal. Berdasarkan hal tersebut nepotisme kemudian diartikan sebagai sebuah tindakan memilih teman dekat atau keluarga sendiri untuk menduduki suatu jabatan, tanpa berdasarkan kemampuan yang dimilikinya.

Demikianlah bentuk-bentuk korupsi yang sering terjadi dan ciri-ciri sebuah perbuatan dapat dikatakan sebagai tindak korupsi. Semoga uraian di atas bisa menambah wawasan kita untuk lebih mengetahui tentang fenomena sosial yang terjadi di masyarakat.

Selanjutnya : Download Google Translate - Download Kamus Terjemahan Bahasa Apa Saja untuk Hp Android
Sebelumnya: Contoh Kelainan Trisomi Pada Autosom Dan Gonosom
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar