Bentuk Penyimpangan di Media Massa

Penyimpangan di media massa sejak dulu hingga saat ini terus menjadi sorotan publik. Betapa tidak, media massa merupakan wadah untuk menghasilkan opini publik. Oleh karena itu, penyimpangan yang dilakukan oleh sebuah media massa sangat berdampak buruk bagi kehidupan kemasyarakatan.

Hal ini sesuai dengan salah satu fungsi media massa, yaitu fungsi penafsiran, ketika media massa menyampaikan sebuah informasi maupun berita, media juga memberikan penafsiran terhadap berita tersebut kepada publik.

Penafsiran inilah kemudian yang dapat membangun sebuah opini publik, yang jika opini tersebut salah atau berupa penafsiran yang salah, maka akan menimbulkan keresahan bahkan keributan di tengah masyarakat.

Selain penyimpangan pada fungsi penafsiran, penyimpangan yang dilakukan oleh media massa juga terjadi pada fungsi hiburan. Tidak dipungkiri bahwa masyarakat akan selalu memandang media massa sebagai pemberi hiburan, baik dalam wujud cetak maupun elektronik.

Televisi, radio, Koran, majalah merupakan beberapa media yang memberikan hiburan bagi masyarakat dengan konten isi maupun acara yang disajikan. Semakin banyak masyarakat yang menyukai konten acaranya, maka semakin media tersebut mendapatkan profit secara bisnis.

Sayangnya, hal tersebut justru menjadikan media kerap melakukan penyimpangan melalui acara-acara hiburan. Misalnya saja, acara hiburan yang tidak mendidik, menimbulkan pertentangan suku, ras, dan agama maupun acara yang dekat dengan pornografi.

Selain kedua bentuk penyimpangan yang telah disebutkan terkait dengan fungsi media massa, yaitu penafsiran dan hiburan. Bentuk penyimpangan lainnya adalah pada fungsi penyebaran nilai. Media massa berfungsi untuk menyosialisasikan kepada masyarakat mengenai nilai-nilai positif, baik dalam berprilaku maupun dalam berpemikiran.

Oleh karena itu, pemberitaan yang diberikan oleh media harus mengarah pada nilai positif, bukan hanya mengejar berita sensasional yang terus diulang-ulang tanpa memperhatikan dampak nilai yang diterima masyarakat.

Misalnya saja, pemberitaan tentang seseorang yang memiliki ilmu hitam dan memiliki banyak istri yang fenomenal dan secara terus menerus diberitakan. Hal tersebut tidak baik bagi mental pembelajaran masyarakat. Dikhawatirkan perilaku tersebut menjadi contoh yang ditiru oleh masyarakat.

Berdasarkan beberapa hal yang telah disebutkan, maka penting kiranya media untuk melakukan filterisasi berita atau membangun pola pikir tidak hanya bad news is a good news, tetapi kebenaran akan penafsiran dan nilai-nilai yang akan diserap oleh masyarakat, sehingga bentuk penyimpangan di media massa seperti yang telah disebutkan tidak lagi terjadi.

Loading...
Selanjutnya : Gambaran Rumah Anne Ahira
Sebelumnya: Saran Sebelum Mendirikan Rumah Kayu Ulin
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar