Negara-negara di Benua Afrika


Benua Afrika adalah salah satu benua terbesar di dunia selain ASIA dan Amerika. Hampir semua bagian di benua ini merupakan perairan, sehingga sangat sedikit sekali luas daratannya jika dibandingkan dengan luas lautannya. Meskipun demikian, Afrika masih membagi wilayah menjadi dataran tinggi dan dataran rendah yang diberi nama PLATO.

Hal itu juga mengakibatkan adanya pembagian iklim menjadi lima, yaitu hutan tropis di Afrika Tengah, daerah safana di sebelah selatan daerah gurun pasir, daerah gurun, daerah subtropis dengan iklim sedang terletak di Pantai Utara, dan daerah dataran tinggi.

Afrika diberi julukan dengan benua hitam karena mayoritas penduduk yang tingga di benua tersebut memiliki kulit hitam. Akan tetapi, saat ini sudah tidak lagi karena sudah banyak penduduk kulit putih yang tinggal di sana.

Penggolongan untuk orang kulit putih itu disebut Caucasoid. Selain perbedaan warna kulit penduduk yang tinggal di benua ini memiliki beberapa bahasa, di antaranya Khoisan, Indo German, Melayu Polynesia, Niger, dan Afro Asiatic.

Sistem perekonomian penduduknya terbagi menjadi tiga, yaitu food gathering, food producing, dan industri yang semua itu sangat memengaruhi keadaan sosial di Afrika. Misalnya saja, pada saat semua penduduk menganut food gathering sikap yang mereka tunjukkan adalah menjalankan semua hak dan kewajibannya setiap individu karena setiap orang memiliki hak dan kewajiban yang sama dalam bidang ekonomi. Sedangkan ketika mengalami masa food producing akan muncul kelompok-kelompok yang terbagi berdasarkan kedudukannya.

Karena politik sangat terpengaruh oleh keadaan sosialnya, sehingga politik terbagi menjadi dua, yaitu stateles dan state formation. Politik stateless, yaitu politik yang dianut oleh penduduk yang tidak membutuhkan adanya pemerintah, sehingga mereka terisolir dan memengaruhi kepercayaan mereka. Mereka menganut sistem kepercayaan tradisional. Sedangkan yang menganut sistem politik state formation kebalikan dari stateless, yaitu mereka dapat bersosialisasi dengan orang lain dan menganut kepercayaan agama Islam atau Kristen.

Penduduk Afrika

Penduduk statis sejak zaman prasejarah atau sebelum masehi sudah ada dan berkembang di Afrika, akan tetapi sangat lambat. Karena jika dibandingkan dengan orang penduduk dinamis yang mau berkomunikasi dengan orang lain itu sangat jauh perbedaannya. Meski demikian, sampai sekarang masih ada penduduk yang menganut statis yang diberi nama Khoisan, sehingga sistem kepercayaan di benua Afrika, yaitu polytheisme.

Selanjutnya : Manfaat Susu Kacang Kedelai Bagi Kesehatan
Sebelumnya: Rubrik Majalah Anak-anak
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar