Berbagai Kegunaan Api bagi Kehidupan Manusia


Kegunaan api bagi kehidupan sangat penting. Bayangkan jika tidak ada api? Maka tidak pernah akan ada kehidupan manusia di muka bumi. Api pertama kali ditemukan 1,4 juta tahun yang lalu. Pengaruh api bagi peradaban manusia sangat besar.

Api adalah pendukung kehidupan manusia sejak zaman purbakala khususnya ketika manusia mulai tinggal menetap. Cara membuat api yang pertama kali dilakukan manusia tahun 35.000 SM adalah dengan menggesekkan atau membenturkan dua buah batu hingga menimbulkan percikan api atau menggosok-gosok kayu hingga terbakar. Tiga unsur utama pembentuk api adalah oksigen, bahan bakar, dan panas. Bila salah satu tidak ada, maka api tidak akan timbul.

Kegunaan Api bagi Manusia

Kegunaan api bagi manusia semakin berkembang pada zaman peradaban Mesopotamia Tahun 4.000 SM, manusia telah mengenal tungku api/tungku tanah untuk membuat berbagai perkakas, tembikar, batu bata dan senjata perang. Tahun 2.000 SM, lilin, lampu minyak, dan sumbu mulai dibuat oleh bangsa Mesir dan Yunani. Sementara korek api baru ditemukan pada abad 19. Dalam sejarah, besarnya manfaat api bagi manusia menimbulkan para pemuja api dan api dianggap sebagai dewa.

Manfaat api bagi kehidupan pada zaman purbakala adalah untuk menghangatkan tubuh dari cuaca dingin dengan membuat api unggun, untuk memasak makanan sehingga terasa lebih enak dan dapat disimpan lebih lama, sumber cahaya di malam hari, dan melindungi dari hewan-hewan buas/predator. Pada zaman modern ini, fungsi api bagi kehidupan semakin berkembang dan meluas misalnya untuk kebutuhan industri dan suplai energi negara.

Mencegah bahaya api bagi kehidupan manusia perlu dilakukan, di antaranya: siapkan penyemprot api (hydran) sebagai tindakan awal bila terjadi kebakaran, gunakan regulator untuk memastikan keamanan kompor/tabung gas, hindari pencurian listrik dan hentikan penyambungan listrik ilegal yang tidak aman, jauhkan sumber api/barang yang bisa menimbulkan api dari jangkauan anak-anak, dan jangan membuang puntung rokok sembarangan.

Bulan Juni 2013, sejumlah kota di Sumatera mengalami bencana kabut asap karena kebakaran hutan beribu-ribu hektar oleh perusahaan perkebunan untuk membuka lahan penanaman baru. Asap ini bahkan menyebar hingga ke Malaysia dan Singapura.

Anda pasti sering mendengar pepatah ‘kecil jadi kawan, besar jadi lawan’. Pepatah ini sungguh mengandung pesan dan makna yang mendalam bahwa perlunya manusia memperlakukan api dengan bijak agar manusia bisa memperoleh sebesar-besarnya kegunaan api bagi kehidupan.

Selanjutnya : Cara Budidaya Salak
Sebelumnya: Proses Editing Film
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar