Berita tentang Kerusakan Laut di Indonesia


Berita tentang kerusakan laut sepertinya menjadi informasi penting bagi kalangan pecinta laut, pecinta kebudayaan, dan pecinta lingkungan di Indonesia atau pun di luar negeri. Hal ini disebabkan oleh koreksi PBB yang memberikan informasi mengenai Indonesia sebagai negara denganĀ  pantai terpanjang keempat di dunia, yakni sebesar 95.181 km.

Dengan demikian, perlu dilakukan upaya agar Indonesia tetap bisa menjaga kelestarian lingkungan lautnya denga baik. Berikut ini adalah berbagai macam bentuk kerusakan laut yang terjadi di Indonesia dan seyogyanya bisa ditangani sesegera mungkin.

1. Abrasi

Abrasi merupakan suatu proses pengikisan pantai yang disebabkan oleh energi gelombag laut serta arus laut yang bersifat merusak atau menghancurkan. Kerusakan ini biasa juga disebut erosi pantai. Kerusakan garis pantai pada kasus abrasi dipicu oleh sistem keseimbangan alam di wilayah pantai yang terganggi, seperti kebersihan, eksploitasi sumber daya alam, dan lain sebagainya.

2. Kerusakan Terumbu Karang

Banyaknya terumbu karang di Indonesia sempat menuai decak kagum para wisatawan asing yang suka berlibur dan berwisata bahari. Akan tetapi, karena manusia Indonesia kebanyakan sulit untuk tidak merusak negerinya sendiri, maka populasi terumbu karang di Indonesia menjadi sangat menurun dan berkurang dalam jumlah yang banyak.

Berbagai aktivtas manusia yang menyebabkan hal ini antara lain adalah kebiasaan dalam membuang sampah ke lautan. Akibatnyapopulasi hewan laut menjadi tergaggu dan mengacaukan sistem rantai kehidupan lautan.

Selain itu, pembuangan pupuk dan limbah pabrik juga mengakibatkan kehidupan laut menjadi terganggu. Eksploitasi minyak bumi bercampur dengan polusi mengakibatkan kehidupan laut semakin hancur.

Kebanyakan orang Indonesia tidak peduli terhadap berbagai hal di lingkungan sekitarnya sehingga melupakan bahwa lautan dan kehidupan di dalamnya perlu dijaga dan dibenahi agar tidak menimbulkan kerugian di masa mendatang. Zat asing yang masuk ke dalam tanah juga bisa mengakibatkan sistem perairan terganggu sehingga masyarakat akan sulit untuk mendapatkan pangan dan papan yang berasal dari lautan.

3. Pertumbuhan Hewan dan Binatang Laut yang Terhambat

Hal selanjutnya yang menjadi perhatian para pecinta lingkungan adalah pertumbuhan hewan dan binatang laut yang terganggu sehingga memengaruhi kehidupan lainnya, baik di dalam lautan itu sendiri maupun di luarnya.

Dengan demikian, berita tentang kerusakan lau bisa direduksi jika manusia mau menjaga dan melestarikan kehidupan yang ada di dalamnya. Lestarikan laut Indonesia.

Selanjutnya : Fungsi Senapan Angin
Sebelumnya: Kata-kata Filsafat Sufi
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar