Membiasakan Diri Berpikir Rasional


Membiasakan diri untuk berpikir rasional diketahui memiliki dampak positif bagi diri sendiri. Bagaimana hal tersebut bisa terjadi? Hal ini tak jauh dari kodrat manusia yang memiliki pikiran, gagasan, dan kemampuan yang terbatas. Kadang kita memiliki tujuan atau harapan yang di luar kemampuan kita, dan saat hal tersebut tidak tercapai dan kita tidak dapat menerima itu, maka stres pun akan melanda.

Lalu apa sebenarnya yang disebut dengan berpikir secara rasional? Dan bagaimana cara membiasakannya? Alangkah baiknya kita mengetahui terlebih dahulu apa yang disebut dengan berpikir secara rasional. Berpikir secara rasional adalah pola pikir kita yang menyesuaikan dengan kemampuan yang kita sadari untuk mencapai sebuah tujuan yang realistis. Laki-laki akan lebih mudah membiasakan diri untuk membiasakan diri berpikir secara rasional daripada perempuan, mengapa? Banyak pendapat mengatakan bahwa laki-laki memiliki pola pikir yang lebih realistis dan rasional dibandingkan perempuan yang masih banyak dipengaruhi oleh emosi dan perasaan.

Rasional dalam Berpikir dan Penerapannya dalam Kehidupan

Berpikir secara rasional ini dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya dalam pencapaian sebuah target atau tujuan dalam hidup. Hal ini harus diawali terlebih dahulu dengan mengenali dan mengetahui kemampuan dan potensi yang dimiliki oleh diri sendiri. Setelah mengetahui dan mengenali potensi yang dimiliki, kita akan lebih mudah untuk  berpikir secara rasional. Berpikir secara rasional ini juga harus diterapkan ketika kita mengalami sebuah kegagalan dalam mencapai tujuan yang telah kita tetapkan sebelumnya.

Berpikir dengan jernih dan rasional akan lebih mudah membantu kita untuk bangkit dari kegagalan, mengapa demikian? Karena dengan berpikir dengan rasio, kita akan mengetahui kelemahan yang kita miliki hingga menyebabkan kita mengalami kegagalan. Setelah kita mengetahui kelemahan tersebut, tentu kita segera berpikir untuk mengonsolidasikan kemampuan dan potensi yang ada di dalam diri untuk bangkit dan mengatasi kelemahan yang menjadi biang sebuah kegagalan.

Cara berpikir rasional ini juga dapat diterapkan dalam hal pemenuhan kebutuhan hidup. Sebagian dari kita berpikir kurang rasional karena termakan tren, misalnya tetangga kita yang memiliki penghasilan tinggi memutuskan untuk membeli mobil baru. Hal semacam ini kadang menimbulkan dorongan dalam diri untuk melakukan hal yang sama, tetapi berpikirlah dengan rasional, apakah kita memang memiliki kemampuan untuk melakukan hal tersebut? Jika ya, tak perlu ragu lagi untuk mengambil tindakan.

Selanjutnya : Alasan Memilih Teman dalam Pergaulan
Sebelumnya: Sejarah Berdirinya Perusahaan Nokia
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar