Mahalnya Biaya Cuci Darah


Biaya cuci darah bisa mencapai 400-800 ribu sekali datang. Jangan heran kalau seseorang yang harus melakukan cuci darah akhirnya kehabisan seluruh harta dan benda. Bagi masyarakat yang kemampuan finansialnya masih rendah, hal ini tentu menyulitkan.

Untungnya beberapa pemerintah daerah memberikan fasilitas Kartu Sehat atau Jamkesmas. Para pasien dari kalangan tidak mampu ini bisa melakukan pengobatan secara gratis.

Biaya Cuci Darah dan Biaya Cangkok Ginjal

Biaya cuci darah yang selangit itu telah membuat banyak orang ingin melakukan cangkok ginjal. Sayangnya sekali lagi bahwa biaya cangkok ginjal tidak murah. Minimal harus menyiapkan uang hampir setengah miliar. Itu pun harus ada orang yang menyumbangkan ginjalnya.

Ketika marak orang menjual ginjalnya untuk para penderita gagal ginjal dengan harga di bawah 100 juta, mereka terbentur oleh hukum haram jual beli organ tubuh. Kalau disumbangkan tidak menjadi masalah. Padahal himpitan ekonomi sering membuat orang lupa dengan hukum yang harus ditaati. Ada juga yang membayar ginjal itu.

Biaya cangkok ginjal ini masih harus mengikuti beberapa prosedur yang juga memakan biaya yang tidak murah. Untuk persiapan ini, minimal harus disiapkan 150 juta. Tapi tentu saja transplantasi ginjal menjadi lebih murah.

Karena kalau dihitung secara seksama, biaya untuk cuci darah per tahun bisa mencapai 416  juta. Itu pun kalau sekali cuci darah ditarik biaya 400 ribu dan dua kali seminggu. Artinya harus mengeluarkan biaya 800 ribu per minggu. Setahun ada 52 minggu. Tidak bisa dibayangkan kalau biaya cuci darah itu lebih mahal dari itu.

Mahalnya Menjaga Ginjal

Melihat betapa tingginya biaya cuci darah, orang baru menyadari betapa mahalnya menjaga dua buah ginjal itu. Masing-masing orang seharusnya sangat bersyukur ketika masih diberi kenikmatan sehat. Bagaimana dengan seorang anak yang terlahir dengan kondisi darah yang tidak sehat seperti penderita Thalasemia.

Jangan dibayangkan bahwa cuci darah itu menyenangkan. Rasa perih yang menerpa hanya bisa ditahankan agar tetap masih bisa bernapas dan beraktivitas. Belum lagi akibat dari reaksi darah yang ditransfusikan. Terkadang menimbulkan rasa gatal yang luar biasa. Bisul pun akan menyerang tubuh.

Tidak jarang juga para penerima transfusi darah ini tertular penyakit mematikan atau minimal hepatitis. Penderitaan mereka pun semakin bertambah. Bahkan ada yang meninggal bukan karena penyakit ginjal yang ia derita tapi karena penyakit hepatitis yang menularinya.

Hanya kesabaran dan ketabahan serta doa yang tiada berhenti yang menemani para penderita yang harus mengeluarkan biaya cuci darah yang begitu tinggi itu.

Selanjutnya : Mengenal Jenis-jenis Topi Keren
Sebelumnya: Kegunaan Senyawa MSG dan Efeknya
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar