Biografi Najwa Shihab: Kartini Jurnalis Masa Kini


BiografiNajwa Shihab, atau akrab dipanggil Nana, dilahirkan di Makassar, 16 September 1977. Penyiar berita kenamaan yang bergabung dengan Metro TV ini merupakan putri kedua dari pakar tafsir, Quraish Shihab.

Masa kecil Najwa penuh dengan pendidikan agama, baik di sekolah maupun di rumah bersama ibunya. Nana pernah menjadi murid TK Al Qur an, Madrasah Ibtidaiyah Nurul Hidayah (1984-1990), di SMP Al Hikmah (1990-1993).

Di usia 16 tahun, keluarganya merelakan Nana untuk mengikuti program pertukaran pelajar AFS di AS selama satu tahun. Najwa menikah dengan Ibrahim Assegaf di usia yang relatif muda, yaitu 20 tahun dan dikaruniai seorang putra yang lahir pada 2007.

Prestasi di Bidang Jurnalisme

Najwa mendapat penghargaan HPN (Hari Pers Nasional) Awards dari PWI Pusat dan PWI Jaya untuk laporannya tentang tsunami Aceh Desember 2004. Nana hadir di Aceh untuk menyiarkan langsung perkembangan bencana pada hari-hari pertama dan mengetahui ketidaksigapan pemerintah dalam menanggapinya.

Acara yang disiarkan live via telpon dan satelit tersebut dinilai memberi andil bagi meluasnya kepedulian dan empati masyarakat luas terhadap tragedy kemanusiaan tersebut.

Berikut prestasi Najwa lainnya:

  • 2006 Jurnalis Terbaik Metro TV

– Nominasi Pembaca Berita Terbaik versi Panasonis Awards.

– Peserta Senior Journalist Seminar yang diadakan di AS

– Pembicara di konvensi Asian American Journalist Association.

  • 2007 Nominasi 5 besar Asian Television Awards untuk kategori Best Current Affairs/Talkshow Presenter dan meraih peringkat ketiga.
  • 2008 Peraih Full Scholarship for Australian Leadership Awards, dengan mendalami hukum media.
  • 2009 Peringkat kedua di Asian Television Awards untuk kategori Best Current Affairs/Talkshow Presenter.
  • 2010 Nominasi Pembaca Berita Terbaik versi Panasonis Awards.
  • 2011 Peringkat kedua atau highly commended Asian Television Awards untuk kategori Best Current Affairs/Talkshow Presenter dalam acara Mata Najwa.

Meneladani Karakter Mewawancarai ala Najwa Shihab

Dalam mewawancarai narasumber maupun acara live seperti saat tsunami Aceh, Nana selalu melibatkan sisi emosionalnya sebagai manusia, tanpa kehilangan daya kritis dan ketajaman laporannya.

Nana mampu menggiring narasumber untuk memberikan jawaban atas pertanyaan pelik yang ada dalam benak masyarakat. Keandalannya mengolah laporan dan wawancara dengan kritis dan tajam inilah yang membuat pemirsa mengetahui duduk perkara secara jelas tanpa ada bumbu berlebihan.

Indonesia membutuhkan banyak biografi Najwa Shihab lain untuk mengarahkan akurasi dan kepentingan berita pada rel yang semestinya. Kemampuan ini bisa diraih oleh jurnalis manapun yang memiliki visi dan misi mencerdaskan masyarakat melalui akurasi berita, dengan terus membekali diri dengan pengalaman dan pendidikan yang sesuai.

Jurnalis juga harus bisa fleksibel dalam menyampaikan laporannya yang kadang berbenturan dengan kepentingan penguasa atas media.

Selanjutnya : Lagu Ahmad Dhani Istimewa
Sebelumnya: Lagu Populer Indonesia Tahun 90 an
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar