Pembahasan Biografi Tokoh Sastrawan Indonesia


Kali ini penulis ingin membahas tentang biografi tokoh sastrawan Indonesia, Abdul Muis. Abdul Muis berasal dari Bukittinggi, ia memiliki jiwa petualang yang tinggi. Ia mulai merantau ke pulau Jawa sejak masih remaja. Untuk menambah pengetahuan ia sekolah di negeri Belanda, tidak mengecewakan bahkan membanggakan, ia pintar berbahasa Belanda, bahkan orang Belanda sendiri mengakui bahasa Belanda Abdul Muis lebih baik daripada orang Belanda sendiri.

Ia bekerja di Belanda bahkan diangkat menjadi kierk. Ia diangkat oleh direktur pendidikan di Stovia, dialah orang pribumi pertama yang diangkat menjadi kierk, namun hal itu membuat iri para pegawai Belanda, Abdul Muis pun menjadi tidak betah dengan ulah para pegawai Belanda. Ia pun keluar dari pemerintahan Belanda, dan ia mulai masuk ke dunia jurnalistik.

Ia ke Bandung dan menjadi dewan direksi majalah Bintang Hindia, majalah tersebut adalah majalah tentang politik, namun karena majalah itu tidak diperbolehkan beredar lagi, Abdul Muis pindah dan bekerja sebagai mantri lumbung yang ia tekuni selama lima tahun sampai akhirnya ia diberhentikan karena cekcok dengan controleur, ia pun pindah dan bekerja di surat kabar harian Belanda yang terbit di Bandung, karena bahasa Belandanya sangat bagus ia pun diangkat menjadi kepala korektor.

Abdul Muis pun mulai tertarik pada dunia politik pada tahun 1913, ia bersama Suwardi Suryaningrat untuk membentuk komite agar pribumi diperbolehkan berpolitik dengan bebas. Ia melakukan gerakan politik sehingga Belanda yang melihat keberhasilan Abdul Muis melakukan penghentian agar Abdul Muis tidak boleh keluar pulau Jawa, ia pun selama 15 tahun berada di pulau Jawa, namun kegiatan politiknya terus ia lakukan sampai ada bangsa Jepang masuk ke Indonesia. Saat itu ia mulai memiliki penyakit darah tinggi, meskipun begitu ia tetap dinobatkan memegang beberapa jabatan.

Karya tulisnya yang berupa novel hanya beberapa dan yang paling terkenal adalah tulisan yang berjudul Salah Asuhan yang berisi cinta, dendam dan cita-cita, ini merupakan karangan baru yang berisi prosa merupakan karya baru dalam dunia penulisan. Biografi tokoh sastrawan Indonesia, seperti Abdul Muis ini semoga dapat menjadi inspirasi bagi penulis Indonesia agar terus maju dan tetap berkarya.

Selanjutnya : Tanah Pasir
Sebelumnya: Contoh Tentang Puisi Keindahan Pegunungan
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar