Bisakah Indonesia Mempertahankan Rasio Utangnya di Bawah 30%?

Menteri Keuangan Indonesia, Sri Mulyani, baru-baru ini berjanji untuk menjaga rasio utang terhadap PDB negara tersebut di bawah 30%, sesuatu yang dipandang banyak orang sebagai tugas yang sulit melihat dari iklim ekonomi di Indonesia dan bagian dunia lainnya saat ini.

Dengan pemilihan umum yang semakin mendekati pada tahun 2019, mungkinkah ini sebuah janji pemilihan yang lemah yang dirancang untuk mempengaruhi pemilih saja, ataukah ini sebuah rencana yang ambisius dan dapat dicapai? Berikut adalah beberapa pemikiran.

Apakah yang Dikatakan oleh Hukum?

Undang-undang Indonesia saat ini menetapkan bahwa rasio utang negara harus dijaga di bawah 60%, dan rasio utang saat ini berada cukup baik di bawah batas tersebut, yaitu hanya 28% pada tahun lalu. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah memiliki selisih yang cukup luas untuk dimainkan terkait dengan bagaimana mereka mensiasati penurunan jumlah utang dan bagaimana mengendalikannya.

Jika dibandingkan dengan negara-negara lain di sekitarnya, seperti Thailand dan Filipina, tingkat utang Indonesia masih relatif rendah, sehingga kemungkinan negara tersebut akan tetap berada dalam tingkat yang aman dalam hal berapa banyak utang yang pada akhirnya akan mereka hasilkan, apakah tetap di bawah 30% atau tidak.

Perekonomian Indonesia

Joko Widodo, Presiden Indonesia, telah menjadi tokoh yang sangat populer di negera tersebut, terutama karena dia telah membuat janji-janji ambisius untuk merangsang perekonomian dan mendorong pertumbuhan yang lebih besar (sesuatu yang belum dicapai dengan kebijakan yang berlaku saat ini).

Pada bulan Maret, pertumbuhan ekonomi menunjukkan tanda-tanda yang menjanjikan dengan kenaikan dari 4,9% pada kuartal terakhir 2016 menjadi 5,0% pada kuartal pertama tahun 2017. Ini menunjukkan bahwa prospek perekonomian Indonesia sudah cukup positif, dan mungkin dapat ditingkatkan jika Widodo dapat memenuhi janji-janjinya. Dengan kata lain, masih ada jalan panjang yang harus dijalani bagi negara Indonesia untuk mencapai tujuan besar akhir dari perekonomiannya.

Apakah Target Utang Tercapai?

Berdasarkan data ekonomi baru-baru ini, nampaknya kemungkinan besar target-target Sri Mulyani dapat dicapai, walaupun pemerintah pasti akan mengurangi pekerjaannya jika mereka mengurangi ketergantungan pada utang luar negeri.

Jika pertumbuhan ekonomi yang kuat dapat tercapai, maka kemungkinan negara akan semakin mandiri, dan bahkan dapat menjadi lebih sejahtera. Pemerintah akan perlu mendorong konsumen untuk meningkatkan pengeluaran mereka, sehingga banyak yang akan beristirahat dari dampak yang dihasilkan oleh kebijakan mereka tersebut.

Akan ada banyak perdebatan dalam beberapa bulan ke depan mengenai apakah Indonesia berada dalam jalur yang tepat untuk menjaga utang di bawah tingkat yang diinginkan. Hal tersebut mungkin untuk dilakukan, tetapi sudah pasti keadaan ekonomi bersifat sensitif, sehingga pemerintah perlu mengatasi permasalahan ini dengan hati-hati untuk memaksimalkan kemungkinan terjadinya hal tersebut.

Selanjutnya : Creating ultimate qualification report for finding bachelor's college diploma in business economics
Sebelumnya: When formulating a coursework will be simple and simple!
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar

Loading...