Bisnis Tokek Funtastis

“Dibeli tokek 5 ons Rp 1 milyar, siapa yang punya!” Thread dari seorang pembeli di situs jual beli terkenal. Wow, fantastis bukan harganya. Seekor hewan reptil dihargai dengan nilai sangat tinggi. Tapi, tunggu dulu, jangan bersenang-senang dengan tawaran harga seperti itu di bisnis tokek.

Bisnis Tokek

Loading...

Semua bisnis yang berhubungan dengan makhluk hidup harus dilihat dari banyak segi. Hal-hal yang perlu diperhatikan oleh kita antara lain: jenis hewan, habitat, fisiologi perkembangan hewan, teknik budidaya, hama penyakit. Untuk kelayakan usaha, kita harus memperhatikan aspek peluang pasar, jalur tata niaga dll.

Dipandang dari segi fisiologi perkembangan, reptil jenis tokek yang dijadikan lahan bisnis ini hanya dapat berkembang dengan bobot antara 2 ons hingga 3 ons. Rata-rata bobot tubuh 2,3 ons.

Hewan reptil ini bersifat insektivora dan nokturnal (aktif di malam hari). Teknik budidaya mudah diterapkan. Hama penyakit yang menyerang cecak besar ini mudah dikendalikan.

Permasalahan utama dalam bisnis tokek yang diuraikan di atas justru pada bobot tubuh yang diinginkan oleh pasar. Ukuran capaian bobot tokek yang melebihi 3 ons sangat jarang ditemui baik di kandang penangkaran maupun di alam.

Para broker bisnis tampaknya sudah mempelajari peta psikologis pasar. Ini tampak seperti pengumpan saja. Bukan di bisnis utama. Orang-orang yang bermain di level bisnis ini kebanyakan tersandung penipuan.

Bisnis tokek yang benar-benar memenuhi persyaratan kelayakan usaha justru pada hasil olahan tokek. Sudah terbukti sukses, penangkar cecak besar yang mengolahnya jadi dendeng mampu meraup laba ratusan juta hingga milyaran rupiah.

Pengusaha tokek kering dapat memanennya dari hasil penangkaran atau dari alam. Mula-mula, meraka menangkap hewan reptil tersebut di alam. Setelah itu diperlakukan aklimatisasi di kandang penangkaran.

Setelah beradaptasi, cecak besar tersebut dirawat hingga bisa berkembang biak. Manajemen pemanenan pun diperlakukan seperti halnya hewan-hewan ternak lainnya.

Hasil panen penangkaran diolah menjadi tokek kering. Produk akhir inilah yang dijual di pasar seperti di toko obat tradisional, pengobatan alami dll.

Sebagian lagi diekspor dengan tujuan negara Tiongkok, Hongkong dll. Inilah bisnis tokek yang benar-benar bisa menghasilkan pendapatan ‘funtastis’.

Loading...
Selanjutnya : Bolehkah Lemari Olimpic di Cat?
Sebelumnya: Beberapa Sumber Penyimpangan Sosial Teori Dependency
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar